FinanSaya.com – Pergerakan Bitcoin akhirnya keluar dari rentang perdagangan yang menahan harga selama 72 hari. Breakout ke atas itu langsung memicu optimisme bahwa pasar kripto mulai memasuki fase pemulihan.
Namun, analis kripto CryptoCon belum sepenuhnya yakin. Ia menilai pergerakan Bitcoin terbaru masih perlu dibaca hati-hati karena pola serupa pernah terjadi sebelumnya.
Dalam pandangannya, breakout ke atas tidak selalu berarti bear market selesai. Bitcoin pernah menembus range, memunculkan euforia, lalu kembali turun hingga mencetak titik terendah baru.
Karena itu, CryptoCon meminta investor tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa cycle bottom sudah terbentuk.
Pergerakan Bitcoin Keluar dari Range
Berdasarkan grafik yang dibagikan CryptoCon, pergerakan Bitcoin dalam range terbaru sejak 5 Juni hingga 19 Agustus 2026. Periode itu berlangsung sekitar 72 hari.
Konsolidasi tersebut hanya empat hari lebih panjang dibandingkan dua range bear market sebelumnya, yang masing-masing berlangsung sekitar 68 hari.
Breakout terjadi setelah BTC bergerak naik dari area konsolidasi sekitar US$60.000 hingga US$66.000.
Secara teknikal, pergerakan Bitcoin keluar harga dari range panjang sering dipandang sebagai sinyal bahwa volatilitas mulai kembali. Namun, CryptoCon melihat reaksi pasar setelah breakout sebagai hal yang perlu diwaspadai.
Menurutnya, kepercayaan bullish meningkat cepat setelah harga keluar dari area konsolidasi.
“Kepercayaan bullish meledak dan klaim bahwa cycle bottom sudah terjadi mulai bermunculan,” kata CryptoCon.
CryptoCon Belum Yakin Bull Market
Meski sentimen pasar berubah cepat, CryptoCon belum menganggap breakout tersebut sebagai konfirmasi bull market baru.
Ia memilih tetap melihat pola siklus Bitcoin dan data historis yang selama ini menjadi acuannya. Menurut dia, data yang dipantau belum mencapai level yang biasanya muncul ketika Bitcoin benar-benar membentuk dasar siklus.
Dengan kata lain, pergerakan Bitcoin saat ini masih bisa menjadi bagian dari struktur bear market yang lebih besar.
Pandangan itu berbeda dari sebagian investor yang melihat breakout sebagai bukti bahwa titik terendah sudah lewat. Bagi CryptoCon, satu breakout belum cukup untuk mengubah kesimpulan siklus.
Pola Sebelumnya Pernah Mengecoh
Alasan utama CryptoCon berhati-hati adalah pola Bitcoin pada range sebelumnya.
Konsolidasi pertama berlangsung dari 21 November 2025 hingga 28 Januari 2026. Durasi range tersebut sekitar 68 hari.
Setelah periode itu, Bitcoin turun sekitar 32 persen menuju range berikutnya.
Range kedua berlangsung dari 6 Februari hingga 14 April 2026. Durasinya juga sekitar 68 hari. Pada fase ini, Bitcoin sempat keluar dari range ke arah atas.
Breakout tersebut sempat memberi kesan bahwa tren bearish telah berakhir. Namun, momentum bullish tidak bertahan lama.
Harga kemudian berbalik turun dan mencetak level terendah baru pada Juni 2026.
Bitcoin Pernah Reli sebelum Turun
Grafik CryptoCon menunjukkan Bitcoin pernah bergerak dari area sekitar US$60.000 pada Februari menuju kisaran US$80.000 pada Mei.
Reli tersebut cukup besar untuk memunculkan optimisme bahwa bottom sudah terbentuk.
Namun, setelah mencapai puncak lokal, harga kembali kehilangan tenaga. Bitcoin kemudian turun menuju area sekitar US$58.000 hingga US$60.000 pada awal Juni.
Pola tersebut menjadi peringatan bahwa breakout ke atas tidak selalu menjadi konfirmasi akhir tren turun.
Dalam pasar kripto, harga dapat membentuk relief rally atau false breakout sebelum kembali mengikuti tren utama. Itulah risiko yang menurut CryptoCon masih perlu diperhatikan dalam membaca pergerakan Bitcoin terbaru.
Tiga Range Punya Durasi Mirip
Hal lain yang disorot CryptoCon adalah kemiripan durasi tiga fase konsolidasi Bitcoin.
Range pertama berlangsung 68 hari. Range kedua juga berlangsung sekitar 68 hari. Sementara range terbaru bertahan 72 hari sebelum ditembus ke atas.
Kemiripan tersebut membuat CryptoCon menilai Bitcoin masih mungkin bergerak dalam pola bear market yang relatif terstruktur.
Pada dua fase sebelumnya, konsolidasi diikuti volatilitas besar. Range pertama berakhir dengan penurunan sekitar 32 persen. Struktur berikutnya pada akhirnya menghasilkan koreksi sekitar 28 persen menuju level yang lebih rendah.
Karena itu, breakout dari range terbaru masih membutuhkan konfirmasi tambahan sebelum dianggap sebagai perubahan tren jangka panjang.
Baca Juga: Metaplanet Inc Setor 2100 BTC ke Super League
Risiko Lower Low Belum Hilang
CryptoCon tidak menutup kemungkinan Bitcoin masih bisa mencetak lower low.
Menurutnya, data yang menjadi acuan untuk menentukan cycle bottom belum memberikan sinyal final. Ia lebih memilih menunggu konfirmasi dari pola siklus daripada langsung mengikuti perubahan sentimen setelah satu breakout.
Risiko ini penting karena situasi serupa pernah terjadi beberapa bulan sebelumnya. Saat itu, harga naik cukup kuat, narasi bullish kembali muncul, tetapi Bitcoin akhirnya turun ke level lebih rendah.
Dengan latar belakang tersebut, pergerakan Bitcoin saat ini berada di titik penting. Breakout memberi sinyal positif jangka pendek, tetapi belum otomatis menghapus risiko lanjutan.
Breakout Tetap Positif Jangka Pendek
Meski masih berhati-hati, breakout dari konsolidasi 72 hari tetap menjadi perkembangan positif dalam jangka pendek.
Bitcoin berhasil keluar dari area yang selama lebih dari dua bulan membatasi volatilitas. Pembeli juga mulai mampu mendorong harga melewati batas atas konsolidasi.
Tantangan berikutnya adalah mempertahankan kenaikan tersebut.
Jika BTC mampu membentuk higher high dan higher low, disertai peningkatan volume serta permintaan spot, argumen bahwa struktur pasar mulai berubah akan semakin kuat.
Sebaliknya, jika harga kehilangan momentum dan kembali masuk ke range lama, risiko false breakout akan meningkat.
Euforia Jadi Alasan Waspada
CryptoCon juga menyoroti perubahan sentimen yang sangat cepat setelah breakout.
Ketika pergerakan Bitcoin sideways selama berminggu-minggu, keyakinan investor terhadap pemulihan cenderung terbatas. Namun, satu pergerakan kuat langsung menghidupkan kembali narasi bahwa bull market telah dimulai.
Dalam kondisi seperti itu, investor berisiko mengambil posisi karena FOMO atau fear of missing out.
CryptoCon memilih pendekatan berbeda. Ia ingin melihat data cycle bottom benar-benar memberi konfirmasi sebelum mengubah pandangannya.
Menurutnya, pasar mungkin memang sedang menuju pemulihan. Namun, sejarah beberapa bulan terakhir menunjukkan Bitcoin juga mampu reli besar di tengah bear market sebelum kembali turun. (Sol)




