FinanSaya.com – Trader veteran Peter Brandt membagikan perjalanan panjangnya selama hampir lima dekade di pasar berjangka. Menjelang usia 80 tahun, ia mengaku masih aktif trading karena mencintai spekulasi pasar dan proses memecahkan masalah yang tidak pernah berhenti.
Brandt mulai mencari nafkah dari perdagangan kontrak berjangka sejak usia 29 tahun. Namun, ia menegaskan jalan menuju profit tidak berlangsung cepat.
Butuh sekitar lima tahun sejak transaksi pertamanya sebelum ia mulai mencatat keuntungan yang berarti. Karena itu, Brandt memperingatkan trader muda agar tidak masuk pasar dengan harapan mengubah modal US$10.000 menjadi US$1 juta hanya dalam beberapa tahun.
Menurutnya, ekspektasi seperti itu jauh dari kenyataan yang dihadapi sebagian besar trader profesional.
Peter Brandt Pernah Menghabiskan Banyak Akun
Sebelum masuk ke pasar komoditas, Brandt bekerja di industri periklanan. Ia meninggalkan bisnis tersebut pada 1975, meski saat itu memiliki peluang besar menjadi wakil presiden di salah satu agensi periklanan terbesar di dunia sebelum usia 30 tahun.
Perjalanannya kemudian beralih ke Chicago Board of Trade atau CBOT. Di sana, Brandt mulai mengenal dunia perdagangan komoditas dan kontrak berjangka.
Masa awalnya tidak mulus. Ia mengaku berkali-kali menghabiskan akun trading. Sebagian akun habis dalam waktu singkat, sementara akun lain perlahan terkuras setelah sempat memberi harapan bahwa strateginya mulai berhasil.
Saat itu, Continental Grain mendorong broker membuka akun pribadi dengan modal sedikitnya US$10.000 hingga US$20.000. Jumlah tersebut sangat besar bagi Brandt pada awal kariernya.
Ia mencoba berbagai pendekatan, mulai dari perdagangan komoditas pertanian berbasis fundamental hingga pola siklus pada pasar ternak. Namun, hasilnya belum konsisten.
Analisis Teknikal Mengubah Cara Pandang
Perubahan besar terjadi pada awal 1978. Seorang teman memberi Peter Brandt edisi kelima buku karya Edwards dan Magee tentang analisis teknikal.
Pada masa itu, grafik harga belum digunakan seluas sekarang. Banyak trader masih mengandalkan grafik point and figure.
Buku tersebut memberi Brandt kerangka kerja baru untuk memahami pembentukan harga. Setelah itu, ia mulai mencari pola grafik klasik sebagai dasar pengambilan keputusan.
Strategi tersebut tidak langsung membuatnya sukses. Namun, setidaknya pendekatan itu membuat Brandt tidak lagi menghancurkan akun secepat sebelumnya.
Baru pada pertengahan 1979, sekitar lima tahun setelah transaksi pertamanya, Peter Brandt mulai mencatat keuntungan yang berarti.
Trading Disebut Permainan Memecahkan Masalah
Brandt menggambarkan trading sebagai permainan besar dalam memecahkan masalah. Menurutnya, setiap trader akan terus menghadapi tantangan baru.
Ketika satu masalah teratasi, masalah lain akan muncul. Karena itu, kemampuan bertahan menjadi sama pentingnya dengan kemampuan membaca pasar.
Ia menilai trader yang mampu mempertahankan modal dan mencapai titik impas selama proses belajar memiliki peluang lebih besar untuk menemukan pendekatan yang cocok.
Brandt mencatat hasil kuat pada 1980 dan paruh pertama 1981. Keuntungan tersebut membuatnya menjual bisnis komersialnya dan mendirikan Factor Research and Trading, yang kemudian dikenal sebagai Factor LLC.
Perusahaan itu dibangun sebagai firma trading dengan modal sendiri dan disebut langsung menghasilkan keuntungan sejak awal. Meski begitu, Brandt tetap pernah mengalami empat tahun rugi.
Rata-rata kerugian pada empat tahun tersebut sekitar 8 persen. Tahun terburuknya terjadi pada 2013, ketika penurunan mencapai kurang lebih 15 persen.
Kerugian 2013 Mengubah Fokus Risiko
Pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, Peter Brandt sempat berhenti trading sekitar satu dekade. Ia menggunakan masa itu untuk kegiatan sosial dan organisasi nirlaba, termasuk terlibat dalam organisasi nonpemerintah di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ketika kembali ke pasar pada 2006, dunia trading sudah berubah. Brandt yang dulu terbiasa mengirim order melalui telepon ke lantai bursa harus beradaptasi dengan komputer dan sistem elektronik.
Keraguan itu terjawab ketika 2007 berakhir menguntungkan. Pada 2008, ia bahkan mencatat imbal hasil tahunan tiga digit untuk terakhir kalinya.
Namun, kerugian pada 2013 membuatnya mengubah sistem manajemen risiko. Sejak 2014, fokus utama Brandt bukan lagi mengejar return setinggi mungkin.
Ia lebih mengutamakan penurunan volatilitas aset dan pembatasan kerugian. Bagi Brandt, win rate bukan ukuran paling penting.
Ia lebih memilih sering mengalami kerugian kecil, selama keuntungan dari transaksi yang berhasil jauh lebih besar.
Return Tinggi Bukan Ukuran Normal
Peter Brandt menolak gagasan bahwa trader biasa dapat secara konsisten mengubah US$10.000 menjadi US$1 juta dalam beberapa tahun.
Ia memang mengaku telah menghasilkan jumlah yang jauh lebih besar dari itu. Namun, pencapaian tersebut diperoleh melalui trading selama enam dekade berbeda, dari 1970-an hingga 2020-an.
Brandt membandingkan ekspektasi trader ritel dengan kinerja sejumlah pelaku terbaik dunia. Menurutnya, Renaissance Technologies mencatat rata-rata return tahunan di kisaran atas 40 persen hingga awal 50 persen.
Baca Juga: Swing Trading: Penjelasan Sederhana untuk Pemula
Ia juga menyebut Stanley Druckenmiller sebagai salah satu trader independen terbaik dengan rata-rata return di kisaran 40 persen.
Brandt sendiri pernah diverifikasi Jack Schwager untuk buku Market Wizards. Berdasarkan sekitar 18 tahun data kinerja, Schwager menghitung rata-rata return majemuk Brandt berada di kisaran awal 50 persen.
Namun, Brandt tidak sepenuhnya menerima perhitungan itu. Menurutnya, trader dengan modal sendiri biasanya menarik dana dari akun, sehingga pertumbuhan majemuk tidak sepenuhnya mencerminkan hasil nyata. Berdasarkan perhitungannya sendiri, rata-rata return Brandt berada di kisaran awal hingga pertengahan 40 persen.
Peluang Trader Karier Disebut Sangat Kecil
Peter Brandt memperkirakan peluang seorang calon trader menjadi trader karier hanya sekitar 3 dari 1.000. Ia tetap percaya seseorang bisa menjadi bagian dari kelompok kecil tersebut, tetapi prosesnya membutuhkan waktu, ketahanan mental, dan kemampuan menjaga modal.
Ia menyarankan calon trader tidak berharap langsung menghasilkan uang selama empat atau lima tahun pertama. Jika seseorang sudah konsisten dalam tiga tahun, Brandt menganggapnya sebagai hasil yang sangat baik.
Menurut Peter Brandt, tugas utama trader pemula bukan menghasilkan uang sebanyak mungkin. Tugas awalnya adalah belajar mengalami kerugian dengan benar.
Trader hebat, menurutnya, menjadi hebat karena mampu menerima dan membatasi kerugian. Ketika seluruh modal habis, kesempatan untuk belajar juga berakhir.
Harga Adalah Raja
Untuk generasi muda yang ingin menjadi spekulan profesional, Brandt lebih merekomendasikan perdagangan kontrak berjangka daripada saham. Namun, ia juga mengingatkan leverage di pasar futures sangat berbahaya apabila tidak dikelola disiplin.
Ia menyarankan risiko jauh di bawah 1 persen dari total modal pada setiap transaksi. Brandt juga tidak merekomendasikan day trading.
Menurutnya, trader sebaiknya belajar mempertahankan posisi semalam dan membiarkan transaksi berjalan selama beberapa hari. Ia menolak anggapan bahwa seseorang harus menjadi day trader lebih dulu untuk membangun modal.
Peter Brandt memiliki pandangan tegas bahwa harga adalah faktor terpenting dalam trading. Ia menilai seluruh informasi yang diketahui pasar sudah tercermin dalam pergerakan harga.
Fundamental, menurutnya, dapat menyesatkan apabila tidak dibarengi disiplin terhadap pergerakan pasar. Nasihat yang ia terima dari trader lantai bursa generasi lama juga tetap sama: potong kerugian secepat mungkin dan biarkan keuntungan tumbuh.
Dalam pandangan Peter Brandt, rumus jangka panjang trading tetap sederhana tetapi sulit dijalankan, yakni kerugian kecil dan keuntungan yang jauh lebih besar.
Media Sosial Disebut Jebakan Trader
Peter Brandt juga mengkritik pengaruh media sosial terhadap proses belajar trader. Ia menyarankan calon trader menjauh dari akun yang mengklaim selalu untung besar atau mengetahui pasti arah pasar.
Menurutnya, media sosial dapat membuat trader mengikuti opini orang lain, terlalu sering mengubah strategi, dan menetapkan ekspektasi tidak realistis.
Ia meminta generasi Z dan milenial menurunkan ekspektasi. Banyak trader muda, menurut Brandt, mengharapkan hasil yang secara statistik sangat ekstrem.
Bagi Peter Brandt, trading profesional bukan soal menemukan satu prediksi sempurna. Trading adalah proses panjang untuk menjaga modal, menyelesaikan masalah, membatasi kerugian, dan tetap disiplin selama puluhan tahun. (Sol)




