Biaya Perang Amerika-Iran Capai US$37,5 Miliar

|

5 Views
Biaya Perang Amerika-Iran Capai US$37,5 Miliar

FinanSaya.com – Pemerintah Amerika Serikat memperkirakan biaya perang Amerika-Iran telah mencapai sekitar US$37,5 miliar. Angka itu setara lebih dari Rp600 triliun dan mencakup berbagai pengeluaran militer terkait operasi AS di Timur Tengah.

Perkiraan biaya perang Amerika-Iran tersebut disampaikan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam sidang Komite Alokasi Anggaran Senat AS pada Selasa, 21 Juli 2026. Sidang itu membahas permintaan pendanaan tambahan yang diajukan pemerintahan Presiden Donald Trump kepada Kongres.

Selain Hegseth, sidang tersebut menghadirkan Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal John Caine dan sejumlah pejabat pemerintahan. Pemerintah AS menyampaikan kebutuhan dana tambahan di tengah berlanjutnya operasi militer di kawasan.

Biaya Perang Amerika-Iran Terus Bertambah

Perhitungan biaya perang Amerika-Iran sebesar US$37,5 miliar mencakup biaya operasional, pembayaran personel, pemeliharaan kesiapan pasukan, dan sejumlah pengeluaran yang diperkirakan masih harus ditanggung hingga akhir tahun fiskal AS.

Namun, angka tersebut belum tentu menjadi batas akhir. Biaya perang Amerika-Iran masih berpotensi meningkat karena operasi militer belum sepenuhnya berhenti.

Pemerintah AS masih mempertahankan pasukan di kawasan, memperbaiki fasilitas yang terdampak serangan, serta mengganti persenjataan yang telah digunakan selama konflik. Seluruh kebutuhan itu dapat menambah beban anggaran dalam beberapa bulan ke depan.

Gedung Putih sebelumnya mengirimkan permintaan anggaran tambahan sebesar US$87,6 miliar kepada Kongres pada 24 Juni 2026 untuk biaya perang Amerika-Iran. Sebagian besar dana dalam paket tersebut ditujukan untuk kebutuhan yang berkaitan dengan Operation Epic Fury, nama operasi militer AS terhadap Iran.

Pentagon Minta Dana US$67,1 Miliar

Menurut dokumen Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih, pendanaan tambahan diperlukan untuk membayar biaya perang Amerika-Iran yang telah dikeluarkan. Dana itu juga disiapkan untuk menjaga kesiapan militer, membiayai personel, dan membangun kembali persediaan senjata.

Dari total permintaan US$87,6 miliar, sekitar US$67,1 miliar diperuntukkan bagi program militer Pentagon.

Rinciannya mencakup US$17,3 miliar untuk biaya operasional dan US$21 miliar untuk pengadaan amunisi. Pemerintah AS juga meminta US$5,1 miliar untuk program keamanan siber dan sistem otonom.

Selain itu, terdapat alokasi US$2,4 miliar untuk pengadaan pesawat nirawak atau drone. Pemerintah juga meminta US$4 miliar untuk pengembangan sistem pemantauan target bergerak dari udara dan jaringan data berbasis ruang angkasa.

Sebanyak US$12,1 miliar lainnya dialokasikan untuk program rahasia. Rincian program tersebut tidak disampaikan kepada publik.

Tidak Semua Dana untuk Perang Iran

Meski permintaan tambahan mencapai US$87,6 miliar, seluruh angka itu tidak dapat langsung disebut sebagai biaya perang Amerika-Iran. Paket tersebut juga mencakup kebutuhan di luar operasi militer terhadap Iran.

Dalam dokumen yang sama, pemerintah AS memasukkan US$11,1 miliar untuk membantu sektor pertanian. Ada pula US$1,4 miliar untuk menangani wabah Ebola di Afrika Tengah.

Permintaan itu juga memuat dana untuk pembangunan fasilitas publik, peningkatan keamanan kedutaan, modernisasi Penn Station di New York, serta kebutuhan Penjaga Pantai AS.

Karena itu, angka US$37,5 miliar tidak dapat langsung ditambahkan dengan US$87,6 miliar. Sebagian dana tambahan digunakan untuk kebutuhan masa depan, penggantian persenjataan, dan program nonmiliter.

Baca Juga: Apa Itu Perang Dagang dan Kenapa Bisa Terjadi?

Amunisi dan Kesiapan Pasukan Disorot

Ketua Komite Alokasi Anggaran Senat Susan Collins mengatakan Kongres perlu memastikan angkatan bersenjata memiliki sumber daya yang cukup. Menurut dia, biaya perang Amerika-Iran perlu ditambah untuk memperbaiki kerusakan pada pesawat, kapal, dan pangkalan.

Collins juga menyoroti persediaan amunisi yang terkuras selama operasi. Pemulihan stok dinilai penting agar kesiapan militer AS tidak terganggu.

Dalam paket tambahan, pemerintah meminta US$1,7 miliar untuk menjaga kesiapan pasukan. Selain itu, terdapat US$1,5 miliar untuk kebutuhan bahan bakar dan sekitar US$800 juta untuk mendukung Garda Nasional.

Permintaan ini menunjukkan bahwa dampak konflik tidak hanya muncul pada operasi langsung di lapangan. Penggantian logistik, perawatan alat utama, dan kesiapan personel juga menjadi bagian dari beban anggaran.

Senat Pertanyakan Skala Anggaran

Wakil Ketua Komite Patty Murray mempertanyakan alasan Pentagon meminta puluhan miliar dolar ketika lembaga tersebut masih memiliki anggaran yang belum dibelanjakan.

Murray menilai sebagian permintaan tidak berkaitan langsung dengan perang Iran. Ia juga berpandangan sebagian kebutuhan semestinya dibahas melalui proses anggaran tahunan, bukan dimasukkan ke paket tambahan.

Perdebatan itu membuat proses persetujuan anggaran tambahan menjadi sorotan. Di satu sisi, pemerintah menilai dana dibutuhkan untuk menjaga kesiapan militer. Di sisi lain, anggota Senat mempertanyakan cakupan paket yang dianggap terlalu luas.

Berdasarkan keterangan Hegseth, estimasi biaya perang Amerika-Iran saat ini berada di sekitar US$37,5 miliar, sementara total permintaan tambahan pemerintahan Trump kepada Kongres tercatat US$87,596 miliar. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya