Gerakan Pasar Murah di Kedung Cowek Libatkan UMKM

|

10 Views
Gerakan Pasar Murah di Kedung Cowek Libatkan UMKM

FinanSaya.com – Pemerintah Kota Surabaya menggelar Gerakan Pasar Murah di Kantor Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang dijalankan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Kota Surabaya itu disambut antusias warga.

Warga datang untuk membeli sejumlah bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari pasar. Komoditas yang dijual meliputi minyak goreng, telur, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, beras, hingga gula.

Kepala DKPP Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan Gerakan Pasar Murah ini digelar untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau. Pemkot Surabaya juga ingin mendorong perputaran ekonomi di wilayah setempat.

“Jadi masyarakat bisa mendapatkan barang dengan harga yang terjangkau, terutama kebutuhan pokok seperti minyak, beras, dan gula. Itu kami jual dengan harga langsung dari distributornya,” kata Nanik.

Gerakan Pasar Murah Gandeng UMKM

Nanik menjelaskan, Gerakan Pasar Murah tidak hanya diisi penjualan bahan pokok. Pemkot Surabaya juga melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM agar aktivitas ekonomi lokal ikut bergerak.

Menurut dia, kehadiran UMKM membuat kegiatan gerakan pasar murah tidak berhenti pada transaksi sembako. Pelaku usaha sekitar juga mendapat ruang untuk menjajakan produk dan memperluas pasar.

“Kita juga memberdayakan masyarakat sekitar dengan produk-produk UMKM, sehingga mereka (pelaku UMKM) juga bisa terus berinovasi dan produktif, juga meningkatkan perekonomian di sekitar,” sebut Nanik.

Nanik berharap kegiatan tersebut bisa membantu warga memperoleh pangan murah sekaligus memperkuat daya ekonomi masyarakat.

“Jadi masyarakat bisa lebih berdaya, dan bisa mendapatkan bahan pangan pokok yang harganya di bawah harga pasar,” harapnya.

Diketahui, dalam kegiatan ini Pemkot Surabaya bekerjasama dengan sejumlah stakeholder. Diantaranya, Surya Kreasi Pangan (KSP), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Kebon Agung, PT Primafood International, Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS), hingga PT RPH Surabaya Perseroda. 

Minyakita Dijual Rp15000 per Liter

Dalam kegiatan di Kedung Cowek, harga sejumlah kebutuhan pokok dipatok di bawah harga pasar. Minyak goreng Minyakita dijual Rp15.000 per liter.

Telur dijual Rp12.000 per pack berisi 10 butir. Selain itu, warga juga dapat membeli komoditas lain seperti cabai, bawang, beras, dan gula.

Kepala Bidang Pangan DKPP Kota Surabaya Muhammad Khusnul Amin mengatakan seluruh bahan pokok yang disediakan dalam kegiatan tersebut dijual di bawah harga pasaran. Ia mencontohkan harga Minyakita di pasar sekitar Rp18.000 per liter, sedangkan dalam kegiatan ini dijual Rp15.000 per liter.

Agar stok tidak langsung habis diborong, Pemkot Surabaya membatasi jumlah pembelian untuk setiap warga.

“Memang sangat murah, tapi kita batasi maksimal (membeli) 2 pack untuk satu warga. Makannya kita bagi, kalau diborong semua nanti habis,” kata Amin.

Baca Juga: GPM di Lidah Wetan, Warga Surabaya Tak Buang Waktu

Stabilkan Harga dan Jaga Pangan

Amin menyebut Gerakan Pasar Murah juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, menstabilkan harga, dan menjaga inflasi. Dengan harga yang lebih terjangkau, warga bisa memperoleh bahan pokok tanpa harus menanggung harga pasar yang lebih tinggi.

“Jadi agar warga bisa membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga yang murah di bawah pasar dan terjangkau. Kami harap bisa berjalan terus dan ditingkatkan lagi, karena disambut antusias oleh warga,” harapnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Surabaya bekerja sama dengan sejumlah stakeholder. Pihak yang terlibat antara lain Surya Kreasi Pangan, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Kebon Agung, PT Primafood International, Pasar Induk Surabaya Sidotopo, hingga PT RPH Surabaya Perseroda.

Keterlibatan distributor dan pelaku usaha tersebut membuat harga barang dapat ditekan. Pemkot menyebut bahan pokok dijual langsung dari distributor sehingga harga yang diterima warga bisa lebih rendah.

Warga Kedung Cowek Merasa Terbantu

Antusiasme warga terlihat dari respons pembeli yang datang ke lokasi Gerakan Pasar Murah. Salah satunya Musrifah, warga Cumpat Kulon Baru Gang I, yang mengaku terbantu karena bisa membeli minyak dengan harga lebih murah.

Menurut salah satu warga bernama Musrifah, harga minyak dalam kegiatan ini lebih ringan dibandingkan harga yang biasa ia temui di pasar.

“Ini Rp30 ribu dapat dua, karena Rp21 ribu kan kalau di pasar. Kami sangat terbantu dengan adanya pasar murah,” pungkasnya. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya