Industri Mobil Mewah Eropa Kini Hadapi Tekanan Berat

|

2 Views
Industri Mobil Mewah Eropa Kini Hadapi Tekanan Berat

FinanSaya.com – Industri mobil mewah Eropa kembali mendapat tekanan pada awal 2026. Volkswagen Group, yang menaungi sejumlah merek premium seperti Audi, Porsche, Bentley, dan Lamborghini, mencatat penurunan pendapatan, laba operasi, dan pengiriman kendaraan pada kuartal pertama tahun ini.

Dalam laporan Q1 2026, Volkswagen Group membukukan pendapatan penjualan 75,7 miliar euro, turun sekitar 2 persen dari 77,6 miliar euro pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba operasi turun 14,3 persen menjadi 2,5 miliar euro, sementara penjualan kendaraan turun 7 persen menjadi sekitar 2 juta unit.

Tekanan industri mobil mewah Eropa ini juga terlihat dari pengiriman global ke pelanggan. Volkswagen Group mencatat 2,05 juta kendaraan dikirim pada Januari sampai Maret 2026, turun 4 persen secara tahunan. Pertumbuhan di Eropa dan Amerika Selatan belum mampu menutup pelemahan di China dan Amerika Utara.

Apa Faktor Tekanan Industri Mobil Mewah Eropa Ini?

Di Amerika Utara, pengiriman Volkswagen Group turun 13,3 persen menjadi 205.500 unit. Penurunan paling tajam terjadi di Amerika Serikat, yakni 20,5 persen, di tengah tekanan tarif dan perubahan regulasi. Di China, pengiriman grup juga turun 14,8 persen menjadi 548.700 unit.

Tekanan tarif sudah membebani Volkswagen sejak 2025. Dalam laporan tahunan 2025, pelaku industri mobil mewah Eropa tersebut mencatat pendapatan 321,9 miliar euro, relatif dekat dengan 324,7 miliar euro pada 2024. Namun, laba operasi merosot 53 persen menjadi 8,9 miliar euro, dengan margin operasi hanya 2,8 persen.

Pada Q1 2026, Volkswagen juga mencatat beban sekitar 0,5 miliar euro terkait penyesuaian strategi produksi merek Volkswagen Passenger Cars di Amerika Serikat. Penyesuaian itu berkaitan dengan penghentian produksi ID.4 di AS pada pertengahan April 2026.

Segmen kendaraan listrik ikut melemah. Pengiriman BEV Volkswagen Group turun 7,7 persen menjadi 200.000 unit pada Q1 2026. Di Amerika Serikat, pengiriman BEV turun 80,1 persen, sedangkan di China turun 63,8 persen. Sebaliknya, pasar Eropa masih mencatat pertumbuhan 11,5 persen.

Audi dan Porsche Ikut Melemah

Tekanan pada industri mobil mewah Eropa juga terlihat pada Audi Group. Pada Q1 2026, Audi Group mengirim 364.877 mobil kepada pelanggan, turun 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Audi menyebut penurunan itu dipengaruhi kondisi ekonomi yang menantang, tarif AS, dan persaingan pasar.

Untuk merek Audi sendiri, pengiriman tercatat 360.106 unit. Penurunan signifikan terjadi di Amerika Utara, terutama karena tarif AS dan berakhirnya subsidi mobil listrik di Amerika Serikat.

Ilustrasi mobil produk Audi dan Porsche

Porsche juga mencatat penurunan pengiriman. Produsen mobil sport itu mengirim 60.991 kendaraan pada kuartal pertama 2026, turun 15 persen dari 71.470 unit pada Q1 2025. Porsche menyebut penurunan tersebut dipengaruhi berakhirnya produksi 718 bermesin pembakaran, basis tinggi peluncuran Macan listrik pada tahun sebelumnya, serta penghentian insentif pajak kendaraan listrik dan hybrid di AS.

Baca Juga: Pilihan Mobil BMW yang Cocok untuk Keluarga Anda

Manajemen Volkswagen menilai tekanan pada industri mobil mewah Eropa tersebut tidak bisa hanya dibaca sebagai siklus pasar. CFO dan COO Volkswagen Group Arno Antlitz menyatakan margin operasi sebelum efek khusus masih terlalu rendah di level 4,3 persen.

Antlitz menegaskan Volkswagen perlu melakukan perbaikan struktural dan berkelanjutan. Fokusnya meliputi perbaikan struktur biaya kendaraan, pengurangan biaya overhead, peningkatan efisiensi pabrik, percepatan pengembangan teknologi, serta pengambilan keputusan yang lebih cepat. Bagi industri mobil mewah Eropa, tekanan 2026 menunjukkan bahwa tarif, China, elektrifikasi, dan biaya produksi kini menjadi ujian utama.

Penurunan Juga Terjadi Tahun Lalu

Pun sepanjang 2025, industri mobil mewah Eropa tersebut mencatat penjualan kendaraan sebanyak 9,02 juta unit, turun 3,5 persen dibandingkan 2024. Pengiriman kendaraan kepada pelanggan juga melemah 1,4 persen menjadi 9,02 juta unit.

Dari sisi arus kas, net cash flow divisi otomotif turun menjadi 4,1 miliar euro dari 5,0 miliar euro pada tahun sebelumnya.

Perusahaan juga mencatat net liquidity divisi otomotif sebesar 36,2 miliar euro pada akhir 2025, lebih rendah dibandingkan 36,4 miliar euro pada akhir 2024. Data ini menunjukkan tekanan 2026 berlanjut dari pelemahan operasional yang sudah terlihat pada 2025. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya