Klaim Stok Pertalite Aman, Pertamina: Kami Pantau Real-Time

|

3 Views
Klaim Stok Pertalite Aman, Pertamina: Kami Pantau Real-Time

FinanSaya.com – Pihak PT Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa stok Pertalite aman dan distribusi bahan bakar minyak bersubsidi tersebut dipastikan berjalan normal di seluruh jaringan SPBU. Pertamina juga menyatakan tidak ada kelangkaan Pertalite karena penyaluran tetap dilakukan sesuai penugasan pemerintah.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan perusahaan terus memantau kondisi stok dan penyaluran BBM secara real time di seluruh wilayah. Pemantauan itu dilakukan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

“Selain memastikan stok Pertalite dalam kondisi tersedia dan distribusi ke seluruh SPBU berjalan normal, Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan secara real-time terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Roberth, Sabtu, 13 Juni 2026.

Menurut Roberth, Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan pengelolaan rantai pasok energi. Langkah itu dilakukan melalui dukungan infrastruktur terminal BBM, lembaga penyalur dan penyimpanan, armada distribusi, serta sistem monitoring yang terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia.

Penguatan rantai pasok tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga layanan energi tetap berjalan berkelanjutan dan memastikan stok Pertalite aman. Dengan jaringan infrastruktur yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, Pertamina menyatakan dapat menjaga keandalan pasokan dan merespons kebutuhan tambahan di wilayah tertentu.

Stok Pertalite Aman di Jaringan SPBU

Roberth menjelaskan, stok Pertalite aman karena Pertamina memiliki dukungan jaringan operasional di berbagai wilayah. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya unit operasi di 8 Cabang Kantor Wilayah atau Regional 1 sampai 8.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan khususnya dengan jaringan unit operasi kami di 8 Cabang Kantor Wilayah (Regional 1-8) dalam rangka melakukan langkah-langkah antisipatif untuk memastikan layanan energi kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” kata Roberth.

Jika terdapat peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, Pertamina telah menyiapkan skema penguatan distribusi. Skema tersebut diperlukan agar pasokan tetap terjaga dan distribusi ke SPBU tetap berjalan normal.

Menurut perusahaan, penguatan distribusi dapat dilakukan dengan membaca kondisi kebutuhan di lapangan dan memastikan pergerakan pasokan dari terminal BBM menuju lembaga penyalur berjalan sesuai rencana. Cara ini menjadi bagian dari sistem antisipasi agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu dan menjaga stok Pertalite aman.

Baca Juga: Pertamina Naikkan Harga BBM, Tapi Pertalite Tetap Aman

Selain memastikan stok Pertalite aman, Pertamina Patra Niaga juga menjalankan penyaluran BBM subsidi sesuai ketentuan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah. Hal ini penting karena Pertalite merupakan BBM penugasan yang penyalurannya harus mengikuti aturan yang berlaku.

Dari sisi regulasi, Pertalite termasuk Jenis BBM Khusus Penugasan atau JBKP yang penyalurannya diawasi pemerintah melalui BPH Migas. BPH Migas menyebut Pertalite menjadi salah satu BBM yang pembeliannya dapat menggunakan surat rekomendasi untuk konsumen pengguna tertentu, sehingga penyalurannya tetap berada dalam kerangka pengendalian pemerintah.

Pengawasan juga dilakukan agar BBM subsidi dan kompensasi digunakan sesuai peruntukannya.

Dalam salah satu pembinaan terhadap SPBU, BPH Migas menegaskan penghentian sementara operasional penyaluran dapat dilakukan sebagai bentuk evaluasi kepatuhan penyalur.

Masyarakat Diminta Bijak Beli BBM

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. Roberth juga meminta masyarakat menggunakan BBM sesuai peruntukan dan jenis kendaraan yang digunakan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi dengan membeli BBM sesuai kebutuhan dan sesuai dengan peruntukannya serta sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan,” kata Roberth.

Imbauan tersebut disampaikan agar konsumsi BBM bersubsidi tetap terkendali dan penyaluran dapat berjalan sesuai sasaran. Pertamina menyatakan akan terus menjalankan tugas penyaluran energi secara optimal.

Bagi masyarakat, stok Pertalite aman penting karena BBM penugasan tersebut masih banyak digunakan untuk mobilitas harian. Karena itu, pemantauan stok dan distribusi menjadi bagian penting dalam menjaga layanan energi tetap tersedia di SPBU.

Kebijakan pemerintah menjaga harga BBM bersubsidi tetap tidak naik hingga akhir 2026 juga menjadi konteks penting dalam pengelolaan Pertalite. Sebelumnya, Kementerian ESDM menyatakan keputusan tersebut diambil untuk melindungi masyarakat, terutama kelompok yang paling terdampak fluktuasi harga energi. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya