FinanSaya.com – Koin ZEC ambruk membuat pendiri BitMEX, Arthur Hayes, menjual seluruh kepemilikan Zcash. Keputusan itu muncul setelah terungkapnya kerentanan kritis pada sistem transaksi privat Orchard yang memicu kekhawatiran terhadap integritas pasokan token di jaringan Zcash.
Pengungkapan bug tersebut langsung mengguncang pasar. Dalam hitungan jam, harga koin ZEC ambruk parah dalam sepanjang tahun ini. Sementara itu, investor mulai mempertanyakan keamanan salah satu aset privasi terbesar di industri kripto.
Masalah berpusat pada Orchard Pool, sistem transaksi terlindungi terbaru Zcash yang diperkenalkan melalui upgrade Network Upgrade 5 atau NU5 pada Mei 2022.
Menurut pengembang Zcash dan peneliti keamanan dari Shielded Labs, Taylor Hornby, kerentanan itu berasal dari kurangnya batasan validasi pada proses kriptografi tertentu dalam komponen halo2_gadgets.
Secara teori, celah tersebut memungkinkan pelaku jahat menciptakan ZEC palsu yang tetap terlihat valid di dalam Orchard Pool tanpa langsung terdeteksi oleh sistem.
Koin ZEC Ambruk Pasca Bug Orchard Diungkap
Hornby menemukan masalah tersebut pada 29 Mei 2026 menggunakan teknik verifikasi formal berbasis kecerdasan buatan atau AI. Tim pengembang kemudian merilis perbaikan darurat melalui upgrade jaringan pada awal Juni.
Meski bug telah ditambal, tantangan terbesar muncul setelah proses perbaikan dilakukan. Karena transaksi Orchard bersifat privat dan terenkripsi, tidak ada cara kriptografis yang dapat membuktikan secara absolut bahwa tidak pernah terjadi pencetakan ZEC palsu selama hampir empat tahun sejak Orchard diluncurkan.
Pengembang Zcash menegaskan tidak menemukan bukti eksploitasi. Namun, ketidakmampuan untuk memberikan kepastian penuh menjadi sumber kekhawatiran baru bagi investor, dan menyebabkan harga koin ZEC ambruk.
Hayes menjadi salah satu tokoh industri yang bereaksi cepat setelah detail kerentanan dipublikasikan. Dalam unggahannya di X, ia mengumumkan telah keluar sepenuhnya dari Zcash.
Arthur Hayes menyatakan aset privasi memiliki standar berbeda dibanding aset kripto lain karena bergantung pada kepercayaan terhadap jaminan kriptografi. Keputusan itu sekaligus mengakhiri portofolio yang sebelumnya ia sebut sebagai “Holy Trinity”, yang terdiri dari HYPE, NEAR, dan ZEC.
Laporan terbaru menunjukkan sebagian modal Hayes kini dialihkan ke Worldcoin atau WLD. Hayes menilai WLD memiliki potensi menarik di tengah perkembangan teknologi AI dan dinamika politik global.
Harga ZEC Turun Tajam di Bursa Kripto
Koin ZEC ambruk setelah pasar merespons pengungkapan bug dan komentar Hayes dengan aksi jual agresif. Harga ZEC turun tajam dari level di atas US$600.
Beberapa bursa mencatat koreksi lebih dari 35 persen. Di platform lain, penurunan harga ZEC sempat mendekati 47 persen.
Volume perdagangan harian melonjak hingga melampaui US$1,7 miliar karena investor menyesuaikan posisi mereka. Di pasar derivatif, hampir US$49 juta posisi leverage dilikuidasi.

Baca Juga: Deretan Pembobolan Exchange Kripto Terbesar Dunia
Mayoritas kerugian likuidasi berasal dari trader yang memasang posisi long. Aksi jual tersebut menghapus sebagian besar keuntungan yang berhasil dikumpulkan Zcash sepanjang 2026.
Padahal, tahun ini sebelumnya ZEC sempet merupakan salah satu aset dengan performa terbaik di sektor privacy coin. Namun, koin ZEC ambruk setelah isu integritas pasokan kembali menjadi perhatian utama pasar.
Pendukung Masih Setia Meski Koin ZEC Ambruk
Di sisi lain, sejumlah pendukung Zcash tetap memberi dukungan terhadap respons tim pengembang. CEO Digital Currency Group, Barry Silbert, menyatakan bahwa era serangan blockchain berbasis AI telah dimulai dan memuji transparansi proses pengungkapan yang dilakukan tim Zcash.
Ke depan, pengembang dikabarkan tengah menyiapkan pembaruan tambahan yang memungkinkan migrasi dana ke pool terlindungi baru. Pembaruan itu juga diarahkan untuk memperkuat mekanisme verifikasi guna memulihkan kepercayaan pengguna terhadap integritas pasokan ZEC.
Koin ZEC Ambruk menjadi sorotan karena bug telah ditambal, tetapi pertanyaan tentang kepastian pasokan selama periode Orchard berjalan masih menjadi perhatian investor.
Awal Era Audit Blockchain Berbasis AI?
Sementara itu, Jeremy yang merupakan co-founder perusahaan software Glyde menilai dampak jangka panjang dari insiden ini mungkin jauh lebih besar daripada penurunan harga Zcash itu sendiri.
Menurutnya, selama ini industri blockchain beroperasi dengan asumsi bahwa audit keamanan yang dilakukan manusia sudah cukup untuk menemukan kerentanan penting.
Kasus koin Zcash ambruk menurutnya menunjukkan bahwa asumsi tersebut mulai berubah.
“Empat tahun peninjauan oleh manusia gagal menemukan bug ini. Satu hari audit berbantuan AI berhasil menemukannya,” jelas Jeremy.
Ia menambahkan bahwa hampir seluruh protokol kripto saat ini dibangun berdasarkan proses audit tradisional. Dengan kemampuan AI yang semakin berkembang, standar keamanan industri kemungkinan akan berubah secara drastis dalam beberapa tahun ke depan.
Bagi Jeremy, pelajaran terbesar dari kasus koin Zcash ambruk bukan hanya soal bug yang ditemukan, tetapi tentang bagaimana AI mulai mengubah cara keamanan blockchain diuji dan dipertahankan. (Sol)




