Manfaat Olahraga untuk Keuangan Sejak Usia 30

|

6 Views
Manfaat Olahraga untuk Keuangan Sejak Usia 30

FinanSaya.com – Mulai rajin olahraga sejak umur 30 tahun sering dianggap hanya urusan bentuk tubuh. Padahal, manfaat olahraga untuk keuangan juga besar. Olahraga bisa menjadi salah satu investasi paling murah untuk menekan biaya kesehatan di masa depan.

Bukan berarti orang yang rajin olahraga pasti bebas penyakit. Faktor genetik, pola makan, stres, tidur, rokok, lingkungan kerja, dan akses layanan kesehatan tetap berpengaruh. Namun, tubuh yang aktif punya peluang lebih baik untuk menunda atau menekan risiko penyakit kronis yang mahal.

Risiko itu mencakup diabetes, hipertensi, penyakit jantung, stroke, nyeri sendi, hingga gangguan metabolik.

Olahraga Membantu Menekan Risiko Penyakit

WHO menyebut aktivitas fisik rutin membantu mencegah dan mengelola penyakit tidak menular, termasuk penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

WHO juga merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu, atau aktivitas intensitas berat selama 75–150 menit per minggu. Latihan penguatan otot juga dianjurkan minimal dua hari per minggu.

Dari sudut pandang finansial, manfaat olahraga untuk keuangan muncul karena penyakit kronis sering membutuhkan biaya jangka panjang. Bukan hanya biaya dokter, tetapi juga obat, pemeriksaan rutin, transportasi, makanan pendamping, dan waktu kerja yang hilang.

Biaya Kesehatan Bisa Lebih Rendah

Hubungan antara aktivitas fisik dan biaya kesehatan sudah banyak diteliti.

Sebuah tinjauan sistematis tentang dampak aktivitas fisik terhadap biaya layanan kesehatan menemukan kelompok yang aktif secara fisik memiliki biaya kesehatan lebih rendah dibanding kelompok yang tidak aktif. Dalam sembilan studi ekonometrik yang dianalisis, biaya kesehatan kelompok aktif sekitar 9 persen hingga 26,6 persen lebih rendah.

Angka ini menunjukkan manfaat olahraga untuk keuangan tidak berhenti pada tubuh yang lebih bugar. Jika risiko sakit menurun, kemungkinan sering kontrol, membeli obat rutin, atau menjalani pemeriksaan lanjutan juga bisa ikut berkurang.

Di Indonesia, sebagian biaya kesehatan memang dapat ditanggung BPJS Kesehatan. Namun, penyakit tetap bisa menimbulkan beban pribadi. Ada biaya transportasi, kebutuhan keluarga pendamping, obat tambahan, pemeriksaan di luar tanggungan, dan produktivitas yang hilang.

Penyakit Kronis Bisa Mahal

Sebuah studi tentang biaya penyakit kronis dari perspektif pasien di Indonesia mencatat estimasi biaya out-of-pocket selama tiga bulan sekitar Rp3,41 juta untuk pasien stroke, Rp632 ribu untuk penyakit jantung, dan Rp3,22 juta untuk penyakit ginjal kronis.

Studi itu juga mencatat biaya tidak langsung menjadi komponen besar dalam total biaya yang ditanggung pasien.

Di sinilah manfaat olahraga untuk keuangan menjadi lebih jelas. Penghematan terbesar bukan hanya dari menghindari obat flu atau vitamin, tetapi dari menunda, menekan, atau mengurangi risiko penyakit mahal.

Simulasi Mulai Olahraga Usia 30 Tahun

Bayangkan seseorang bernama Surya mulai olahraga rutin sejak usia 30 tahun.

Ia tidak langsung ekstrem. Ia berjalan cepat, jogging ringan, bersepeda, latihan beban sederhana, dan menjaga konsistensi 3–5 kali seminggu.

Pada usia 30-an, efek finansialnya mungkin belum terasa besar. Ia hanya lebih jarang sakit, tidur lebih baik, lebih bugar, dan lebih produktif.

Namun, efeknya bisa terasa saat masuk usia 40-an, 50-an, dan 60-an. Misalnya, tanpa olahraga seseorang mengeluarkan biaya kesehatan rata-rata Rp10 juta per tahun saat usia bertambah.

Jika aktivitas fisik membantu menekan biaya kesehatan 9–26,6 persen, potensi penghematannya sekitar Rp900 ribu hingga Rp2,66 juta per tahun.

Selama 30 tahun, dari usia 30 sampai 60 tahun, hitungan kasarnya:

Rp900 ribu x 30 tahun = Rp27 juta

Skenario lebih optimistis:

Rp2,66 juta x 30 tahun = Rp79,8 juta

Simulasi ini membuat manfaat olahraga untuk keuangan lebih mudah dibayangkan. Itu baru dari biaya tahunan, belum termasuk biaya besar jika terjadi penyakit kronis serius.

Baca Juga: Biaya Gaming Makin Mahal, Gamer Mulai Tertekan

Manfaat Olahraga untuk Keuangan: Balik Modal

Olahraga tidak harus mahal.

Seseorang bisa mulai dengan jalan cepat 30 menit per hari, lima kali seminggu. Tidak perlu gym mahal. Cukup sepatu olahraga, pakaian yang nyaman, dan tempat gratis seperti jalan sekitar rumah atau lapangan.

Biaya olahraga sederhana bisa di bawah Rp1 juta sampai Rp2 juta per tahun.

Jika kebiasaan ini membantu menekan biaya kesehatan Rp1 juta sampai Rp3 juta per tahun di usia dewasa, manfaat olahraga untuk keuangan sudah terasa. Olahraga sederhana bisa balik modal, bahkan sebelum menghitung peningkatan energi dan produktivitas.

Gym Bisa Berguna, Tapi Tidak Wajib

Sebagian orang lebih cocok olahraga di gym.

Misalnya biaya gym Rp250 ribu per bulan. Dalam setahun, biayanya Rp3 juta. Dalam 10 tahun, totalnya Rp30 juta.

Apakah mahal? Tergantung hasilnya. Jika gym membuat seseorang konsisten, berat badan lebih terkendali, tekanan darah membaik, gula darah lebih stabil, dan lebih jarang sakit, biaya itu bisa dianggap sebagai pengeluaran preventif.

Namun, gym bukan syarat utama. Manfaat olahraga untuk keuangan tetap bisa diperoleh dari jalan kaki, naik turun tangga, push-up, squat, skipping, bersepeda, atau latihan beban di rumah.

Yang menentukan bukan tempatnya, melainkan konsistensi.

Tidak Olahraga Bisa Jadi Cicilan Kesehatan

Sekarang bandingkan dengan orang yang tidak olahraga sejak usia 30 tahun.

Ia banyak duduk, jarang bergerak, tidur buruk, dan berat badan naik perlahan. Awalnya mungkin tidak terasa. Namun, masuk usia 40-an, keluhan mulai muncul: tekanan darah tinggi, kolesterol, gula darah, nyeri pinggang, dan mudah lelah.

Biaya kesehatan bisa menjadi rutin. Kontrol bulanan, obat, pemeriksaan laboratorium, dan transportasi berubah menjadi cicilan kesehatan.

Pada titik ini, manfaat olahraga untuk keuangan terlihat seperti asuransi alami. Olahraga tidak menjamin bebas penyakit, tetapi membantu menurunkan peluang tubuh masuk ke kondisi yang lebih mahal.

Yang Dihemat Bukan Cuma Uang

Olahraga juga membantu menjaga produktivitas.

Orang yang lebih bugar biasanya lebih mudah bekerja, lebih tahan menghadapi rutinitas, dan lebih mampu menjaga energi. Saat jarang sakit, hari kerja yang hilang juga bisa berkurang.

Bagi pekerja, freelancer, pelaku usaha, atau orang yang menanggung keluarga, kesehatan adalah aset ekonomi. Saat tubuh bermasalah, penghasilan bisa ikut terganggu.

Karena itu, manfaat olahraga untuk keuangan tidak hanya dihitung dari biaya berobat. Ada waktu, tenaga, peluang kerja, dan beban keluarga yang juga ikut terlindungi. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya