FinanSaya.com – Sejumlah harga bahan pokok Surabaya bergerak naik di tingkat konsumen pada Senin, 1 Juni 2026.
Berdasarkan data SISKAPERBAPO, harga rata-rata dari empat pasar, yakni Pasar Pucang Anom, Pasar Tambahrejo, Pasar Keputran, dan Pasar Genteng, kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas garam bata.
Garam bata naik dari Rp1.437 menjadi Rp1.833 per buah. Kenaikannya mencapai Rp396, atau setara 27,54 persen. Persentase tersebut menjadi yang paling tinggi dibandingkan komoditas lain dalam daftar harga konsumen Surabaya.
Garam Bata Naik Paling Tinggi
Kenaikan garam bata menjadi sorotan utama dalam pergerakan harga bahan pokok Surabaya awal Juni 2026.
Secara nominal, kenaikan Rp396 terlihat kecil dibandingkan komoditas seperti beras atau kedelai. Namun secara persentase, lonjakannya paling besar.
Jika kenaikan bertahan, dampaknya bisa terasa pada belanja kecil yang dilakukan berulang. Warung makan, pedagang makanan olahan, dan rumah tangga yang membeli garam secara rutin perlu menyesuaikan pengeluaran meski nilainya tidak besar dalam satu kali transaksi.

Beras Premium dan Medium Ikut Naik
Kenaikan juga terjadi pada beras premium dan beras medium.
Harga beras premium naik dari Rp15.583 menjadi Rp15.750 per kilogram, yang berarti ada kenaikan Rp167, atau 1,07 persen.
Sementara itu, beras medium naik dari Rp12.666 menjadi Rp13.000 per kilogram. Kenaikannya lebih besar, yakni Rp333, atau 2,63 persen.
Kedelai Impor Tembus Rp16.750
Komoditas lain yang naik adalah kedelai impor.
Harga kedelai impor bergerak dari Rp16.166 menjadi Rp16.750 per kilogram. Kenaikannya mencapai Rp583, atau 3,61 persen.
Kenaikan ini berpotensi menjadi perhatian bagi pelaku usaha tahu dan tempe. Selama ini, banyak produsen tahu dan tempe bergantung pada kedelai impor sebagai bahan baku utama.
Dalam daftar harga bahan pokok Surabaya, kedelai impor menjadi salah satu komoditas yang kenaikannya cukup terasa secara nominal.
Sayuran Juga Bergerak Naik
Di kelompok sayur mayur, wortel dan kol ikut naik.
Harga wortel naik dari Rp13.166 menjadi Rp14.000 per kilogram. Kenaikannya mencapai Rp833, atau 6,33 persen.
Harga kol atau kubis naik dari Rp10.000 menjadi Rp10.250 per kilogram. Kenaikannya sebesar Rp250, atau 2,50 persen.
Meski tidak semua kenaikan besar, sayuran termasuk komoditas yang cepat memengaruhi belanja harian karena sering dibeli dalam jumlah kecil tetapi rutin.
Ketela Pohon Naik 6,58 Persen
Ketela pohon juga mengalami kenaikan cukup tinggi.
Komoditas tersebut naik dari Rp6.333 menjadi Rp6.750 per kilogram. Kenaikannya sebesar Rp417, atau 6,58 persen.
Secara persentase, kenaikan ketela pohon menjadi salah satu yang terbesar setelah garam bata. Dalam pergerakan harga bahan pokok Surabaya, ketela pohon masih digunakan untuk konsumsi rumah tangga maupun bahan olahan pangan.
Baca Juga: Stok Pangan Surabaya Diklaim Aman Saat Libur Panjang
Telur dan Minyakita Naik Tipis
Telur ayam ras ikut naik dari Rp27.750 menjadi Rp28.000 per kilogram.
Kenaikannya sebesar Rp250, atau 0,90 persen. Meski tergolong tipis, telur ayam ras tetap perlu diperhatikan karena menjadi sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat.
Sementara itu, Minyakita naik dari Rp16.020 menjadi Rp16.100 per liter. Kenaikannya Rp80, atau 0,50 persen.
Perubahan pada telur dan Minyakita menunjukkan harga bahan pokok Surabaya tidak hanya bergerak pada satu kelompok pangan. Kenaikan terjadi pada komoditas bumbu, beras, protein, minyak, sayuran, dan bahan baku olahan.
Ikan Asin Teri Naik Sangat Tipis
Ikan asin teri juga tercatat naik, tetapi perubahannya sangat kecil.
Harga ikan asin teri naik dari Rp86.500 menjadi Rp86.666 per kilogram. Kenaikannya sekitar Rp167, atau 0,19 persen.
Kenaikan di bawah satu persen seperti ini belum sebesar komoditas lain. Namun tetap masuk dalam catatan harga bahan pokok Surabaya karena menunjukkan adanya pergerakan harga di sejumlah kelompok konsumsi.

Secara umum, kenaikan harga pada 1 Juni 2026 terjadi dalam skala yang berbeda-beda. Garam bata melonjak paling tinggi secara persentase, sementara beberapa komoditas hanya naik tipis.
Bagi konsumen, data harga bahan pokok Surabaya dari empat pasar ini bisa menjadi acuan awal untuk menyesuaikan belanja.
Komoditas yang perlu dicermati antara lain garam bata, ketela pohon, wortel, kedelai impor, beras medium, dan beras premium.
Jika kenaikan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, belanja rumah tangga dan pelaku usaha kecil bisa ikut terdampak. (Sol)




