FinanSaya.com – Bank Sentral Rusia dilaporkan memangkas cadangan emasnya pada awal 2026. Langkah ini langsung menjadi perhatian karena Rusia selama bertahun-tahun dikenal agresif menimbun emas untuk memperkuat cadangan devisa. Kini, saat harga emas global berada di level tinggi, isu Rusia jual cadangan emas mulai dibaca sebagai sinyal penting dari Moskow.
Berdasarkan laporan Kitco News, cadangan emas Bank of Russia turun untuk bulan keempat beruntun pada April 2026. Per 1 Mei 2026, bank sentral Rusia tercatat memiliki sekitar 73,9 juta ons emas batangan dalam cadangan internasionalnya.
Jumlah itu turun 200.000 ons dalam satu bulan dan berkurang 900.000 ons sejak awal 2026.
Penurunan Terbesar Sejak 2002
Dalam ukuran metrik, cadangan emas Rusia menyusut sekitar 27,9 ton sepanjang Januari hingga April 2026.
Kitco, mengutip data World Gold Council, menyebut penurunan tersebut sebagai pelepasan cadangan emas terbesar Rusia sejak 2002. Karena itu, kabar Rusia jual cadangan emas tidak hanya menarik dari sisi pasar komoditas, tetapi juga dari sisi strategi cadangan negara.
Penurunan itu memang belum mengubah posisi Rusia sebagai salah satu pemilik cadangan emas besar. Namun tren empat bulan beruntun membuat pasar bertanya: apakah ini hanya penyesuaian portofolio, atau tanda bahwa Rusia membutuhkan likuiditas tambahan?
Nilai Cadangan Tetap Naik
Data resmi Bank of Russia menunjukkan nilai emas dalam cadangan internasional Rusia masih sangat besar.
Pada 30 April 2026, nilai emas tersebut tercatat US$337,52 miliar. Angka ini naik dari US$333,97 miliar pada akhir Maret 2026, meskipun volume emas yang dimiliki Rusia disebut menurun.
Dengan kata lain, volume emas berkurang, tetapi nilai totalnya tetap naik karena harga emas sedang tinggi. Pelepasan emas terjadi ketika tekanan fiskal Rusia ikut meningkat.
Harga Tinggi Jadi Momentum
Langkah Rusia melepas sebagian emas terjadi saat harga emas dunia berada di area historis.
Dengan harga emas yang sempat bergerak di kisaran ribuan dolar AS per ons pada 2026, penjualan 900.000 ons emas diperkirakan dapat menghasilkan dana miliaran dolar AS bagi Moskow.
Dari sisi perdagangan, keputusan ini terlihat rasional.
Rusia pernah membeli emas besar-besaran ketika harga jauh lebih rendah. Tercatat pihak Rusia membeli sekitar 1.200 ton emas pada periode 2014 hingga 2019 sebagai bagian dari strategi memperkuat cadangan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
Kini, sebagian emas itu dilepas ketika harganya jauh lebih tinggi.
Narasi Rusia jual cadangan emas akhirnya tidak bisa hanya dibaca sebagai pelepasan aset. Ada kemungkinan Rusia sedang merealisasikan nilai cadangan pada momen pasar yang menguntungkan.
Baca Juga: Punya Gaji Rp3 Juta, Sebaiknya Beli Emas atau Perak?
Alasan Resmi Masih Terbatas
Meski demikian, alasan pasti di balik Rusia jual cadangan emas perlu dibaca hati-hati.
Bank of Russia dalam data resminya hanya menampilkan nilai cadangan internasional, termasuk emas, valuta asing, SDR, dan posisi cadangan di IMF. Penjelasan bahwa Rusia jual cadangan emas untuk menutup tekanan anggaran lebih banyak berasal dari analisis pasar dan pemberitaan media, bukan pernyataan langsung bank sentral Rusia.
Ini penting agar pembaca tidak menarik kesimpulan terlalu jauh.
Kabar Rusia jual cadangan emas memang kuat dari sisi data penurunan volume. Namun motif di baliknya masih perlu dibedakan antara data resmi dan tafsir analis.
Tekanan Fiskal Rusia Meningkat
Tekanan terhadap anggaran Rusia memang menjadi latar yang sulit diabaikan.
Reuters pada Februari 2026 melaporkan defisit publik Rusia berpotensi membengkak hampir tiga kali lipat dari target resmi pada akhir 2026. Penyebabnya antara lain penurunan pendapatan energi, diskon harga minyak Rusia, dan belanja negara yang lebih tinggi dari perkiraan.
Dalam laporan yang sama, Reuters menyebut pendapatan energi Rusia pada Januari 2026 turun setengahnya ke level terendah sejak Juli 2020.
Kondisi itu memperbesar tekanan terhadap anggaran, terutama karena Rusia masih menghadapi sanksi Barat, suku bunga tinggi, dan kebutuhan pembiayaan besar akibat perang di Ukraina.
Di titik ini, isu Rusia jual cadangan emas menjadi lebih strategis.
Emas bukan hanya aset cadangan. Dalam situasi fiskal tertekan, emas juga bisa menjadi sumber likuiditas.
Belum Bisa Disebut Jual Besar-besaran
Kendati penurunannya menjadi sorotan, skala pelepasan emas Rusia masih perlu ditempatkan secara proporsional.
Penurunan 900.000 ons memang besar secara historis. Namun angka itu masih relatif kecil dibandingkan total cadangan emas Rusia yang mencapai 73,9 juta ons.
Artinya, Rusia jual cadangan emas tidak berarti Moskow sedang melepas seluruh simpanan emasnya secara agresif. (Sol)




