Emil Dardak Klarifikasi Isu Dana MBG Surabaya yang Belum Cair

|

4 Views
Emil Dardak Klarifikasi Isu Dana MBG Surabaya yang Belum Cair

FinanSaya.com – Isu dana MBG Surabaya belum cair menjadi perbincangan di kalangan masyarakat baru-baru ini.

Kabar itu mencuat setelah beredar pesan berantai di WhatsApp Group. Isinya menyebut seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di Kota Surabaya belum menerima pencairan anggaran.

Masalahnya, pesan itu juga menyebut operasional dapur bisa berhenti sementara jika dana dari pusat belum masuk.

Jika dapur berhenti beroperasi, penyaluran makanan bisa terganggu. Jika penyaluran terganggu, siswa menjadi pihak yang paling mungkin merasakan dampaknya.

Pesan tersebut kemudian memicu pertanyaan besar.

Apakah benar seluruh dapur MBG di Surabaya terdampak? Apakah program makan bergizi untuk siswa akan berhenti? Dan seberapa serius masalah pencairan dana ini?

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak akhirnya angkat bicara.

Emil yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis Jawa Timur menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak sepenuhnya melanda seluruh SPPG.

Emil Dardak Sebut Tidak Semua Dapur Bermasalah

Emil mengatakan dirinya sudah melakukan pengecekan langsung ke Badan Gizi Nasional atau BGN.

Hasilnya, tidak semua dapur SPPG mengalami masalah pencairan dana MBG. Ia juga menyebut persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Surabaya.

“Saya cek ke BGN, tidak semua dapur (SPPG) mengalami masalah tersebut, dan tidak hanya di Surabaya saja,” ungkap Emil, Jumat (8/5/2026).

Ia juga menyampaikan, pencairan dana MBG saat ini sedang diproses oleh pemerintah pusat.

Menurut penjelasan dari Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK BGN, pencairan sudah mulai berjalan. Dana tersebut dikirim melalui rekening virtual account milik masing-masing pengelola SPPG.

Dengan skema ini, setiap pengelola dapur memiliki jalur pencairan sendiri.

Namun, proses bertahap bisa membuat waktu dana masuk tidak selalu sama antara satu dapur dengan dapur lainnya.

Operasional Dapur MBG Jadi Sorotan

Program MBG bukan program kecil.

Di tingkat lapangan, dapur SPPG menjadi bagian penting karena mereka yang menjalankan produksi dan penyaluran makanan. Jika ada kendala pencairan, efeknya bisa langsung terasa pada operasional harian.

Contohnya sederhana.

Sebuah dapur harus menyiapkan makanan dalam jumlah besar setiap hari. Untuk itu, dapur perlu membeli beras, lauk, sayur, buah, bahan bakar, kemasan, dan kebutuhan distribusi.

Jika pembayaran ke pemasok tertunda, stok bisa terganggu.

Jika stok terganggu, produksi makanan ikut terancam.

Masalahnya, program seperti MBG membutuhkan ritme yang stabil. Bukan hanya soal anggaran tersedia, tetapi juga soal kapan dana benar-benar bisa dipakai oleh pengelola di lapangan.

Pemprov Jatim Minta Masyarakat Tenang

Emil mengimbau masyarakat dan pengelola dapur MBG di Jawa Timur agar tetap tenang.

Ia meminta semua pihak tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. Terutama informasi yang beredar lewat grup percakapan dan belum disertai penjelasan resmi.

Namun, imbauan ini tidak berarti masalah dianggap selesai.

Pemprov Jawa Timur menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional. Tujuannya agar operasional dapur MBG tetap berjalan dan pelayanan kepada siswa tidak terganggu.

Selain itu, Wagub Jatim tersebut juga memastikan koordinasi terus dilakukan agar dapur MBG tetap beroperasi dan pelayanan kepada siswa tidak terganggu.(Sol)

Artikel Menarik Lainnya