FinanSaya.com – 5 saham dengan kenaikan tertinggi pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026, ditempati oleh AKSI, BOLA, DATA, RONY, dan ESIP. Kelima saham tersebut melesat jauh di atas penguatan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada sesi pagi.
5 saham dengan kenaikan tertinggi tersebut terjadi ketika IHSG Bursa Efek Indonesia dibuka menguat 66,99 poin atau 1,07 persen ke posisi 6.321,96. Indeks LQ45 juga menguat 5,46 poin atau 0,87 persen ke posisi 630,14 pada pembukaan perdagangan Rabu pagi.
Berdasarkan data Top Gainers Saham Indonesia Investing.com sekitar pukul 10.00 WIB, PT Maming Enam Sembilan Mineral Tbk atau AKSI menjadi saham dengan penguatan paling besar. AKSI melesat 34,01 persen ke level Rp264 per saham.
Saham AKSI bergerak di rentang Rp198 hingga Rp264 dengan volume transaksi sekitar 4,22 juta saham. Kenaikan lebih dari 30 persen dalam satu sesi menunjukkan tekanan beli yang kuat pada awal perdagangan.
Di posisi kedua dalam daftar 5 saham dengan kenaikan tertinggi, ada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk atau BOLA. Saham emiten pengelola klub sepak bola Bali United itu menguat 27,34 persen ke level Rp177 per saham.
Sepanjang perdagangan pagi, BOLA bergerak di rentang Rp150 hingga Rp187 dengan volume sekitar 11,13 juta saham. Pergerakan harga yang cukup lebar membuat BOLA menjadi salah satu saham yang ramai diperhatikan pelaku pasar.
DATA dan RONY Masuk 5 Saham dengan Kenaikan Tertinggi
PT Remala Abadi Tbk atau DATA menempati posisi ketiga. Saham DATA naik 24,86 persen ke posisi Rp2.260 per saham dengan volume transaksi sekitar 6,10 juta saham.
Dengan harga terakhir di Rp2.260 per saham, DATA menjadi saham dengan nominal harga tertinggi dibandingkan empat saham lain dalam daftar ini. Kenaikannya ikut mempertebal deretan saham yang bergerak agresif pada awal sesi.
Berikutnya dalam 5 saham dengan kenaikan tertinggi, ada PT Aesler Grup Internasional Tbk atau RONY masuk daftar 5 saham dengan kenaikan tertinggi setelah menguat 24,58 persen ke level Rp1.115 per saham. Saham ini bergerak di rentang Rp910 hingga Rp1.115.
Volume transaksi RONY tercatat sekitar 69.800 saham. Meski volumenya relatif lebih kecil dibandingkan saham lain dalam daftar lima besar, persentase kenaikannya tetap tinggi dan menunjukkan harga cukup sensitif terhadap aktivitas beli yang masuk.
ESIP Paling Ramai Diperdagangkan
Posisi kelima ditempati PT Sinergi Inti Plastindo Tbk atau ESIP. Saham ESIP naik 24,32 persen ke level Rp138 per saham.
Dibandingkan empat saham lain, ESIP mencatat volume transaksi paling besar, yakni sekitar 299,41 juta saham. Besarnya volume tersebut membuat ESIP menjadi salah satu saham paling ramai diperdagangkan dalam jajaran top gainers pagi ini.
Baca Juga: IHSG Awal Pekan Loyo, 5 Saham Ini Jadi Beban
Secara keseluruhan, 5 saham dengan kenaikan tertinggi tersebut bergerak jauh lebih tinggi dibandingkan IHSG. Ketika indeks utama naik sekitar 1 persen pada pembukaan, AKSI, BOLA, DATA, RONY, dan ESIP mencatat penguatan di kisaran 24 persen hingga 34 persen.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko volatilitas. Saham dengan kenaikan harian besar biasanya memiliki potensi perubahan harga yang cepat, baik ke arah penguatan lanjutan maupun koreksi.
Data 5 saham dengan kenaikan tertinggi ini juga masih bersifat sementara karena perdagangan Rabu masih berjalan dan belum mencerminkan posisi penutupan pasar. Pergerakan berikutnya akan bergantung pada kekuatan permintaan beli, aksi ambil untung investor, serta arah IHSG hingga akhir perdagangan.
Penguatan pasar juga tidak hanya terlihat 5 saham dengan kenaikan tertinggi. Sejumlah saham aktif dan berkapitalisasi besar turut bergerak positif pada perdagangan pagi.
Saham BRMS terpantau naik 3,79 persen, disusul BBRI yang menguat 3,01 persen, BBCA naik 2,79 persen, dan ANTM menguat 2,88 persen. Selain itu, saham BMRI juga bergerak tipis di zona hijau dengan kenaikan 0,22 persen, sementara BUMI naik 0,58 persen. (Sol)
Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan edukasi, bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun saran investasi untuk membeli atau menjual aset tertentu. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan kondisi keuangan pribadi.




