FinanSaya.com – Kasus insider trading tidak hanya melibatkan petinggi perusahaan. Dalam sejarah pasar modal, pelakunya bisa berasal dari bankir investasi, pengelola dana, konsultan, anggota dewan direksi, pejabat publik, sampai orang terdekat yang menerima bocoran informasi rahasia. Kali ini, kami akan membahas 10 kasus insider trading paling terkenal yang pernah terjadi.
Secara sederhana, insider trading terjadi ketika seseorang melakukan transaksi efek dengan memanfaatkan informasi material yang belum tersedia untuk publik. Informasi tersebut bisa berupa rencana merger dan akuisisi, laporan keuangan, hasil uji klinis obat, keputusan regulator, hingga rencana pencatatan suatu aset di platform perdagangan.
SEC menjelaskan konsep insider trading melalui halaman edukasi resminya, Insider Trading, bahwa perdagangan berdasarkan informasi material nonpublik dapat melanggar hukum, termasuk ketika seseorang memberikan informasi tersebut kepada pihak lain untuk diperdagangkan.
Berikut 10 kasus insider trading paling terkenal yang menjadi pelajaran penting bagi investor, pelaku pasar, dan siapa pun yang bekerja dekat dengan informasi sensitif.
1. Ivan Boesky, Simbol Skandal Wall Street 1980-an
Ivan Boesky merupakan salah satu nama paling identik dari skandal 10 kasus insider trading di Wall Street pada dekade 1980-an. Ia dikenal sebagai pelaku arbitrase merger yang membeli saham perusahaan yang diperkirakan menjadi target akuisisi.
Namun, sebagian transaksinya ternyata didasarkan pada informasi material yang belum dipublikasikan. Pada 1986, Boesky menyelesaikan perkara dengan SEC dan setuju membayar sekitar US$100 juta, termasuk disgorgement dan penalti, serta kemudian mengaku bersalah dalam perkara pidana.
Kasus Boesky menjadi simbol era ketika informasi merger dan akuisisi digunakan sebagai sumber keuntungan ilegal. SEC juga beberapa kali menjadikan skandal era Boesky sebagai pembanding dalam perkara insider trading besar berikutnya, termasuk dalam rilis resmi terkait kasus Galleon Group melalui SEC Press Release 2009-221.
2. Dennis Levine dan Rekening Rahasia di Swiss
Nama kedua dalam 10 kasus insider trading, yakni Dennis Levine, seorang bankir investasi yang memiliki akses terhadap informasi merger dan akuisisi. Levine menggunakan informasi rahasia tersebut untuk memperdagangkan saham sebelum transaksi korporasi diumumkan.
Aktivitasnya disembunyikan melalui rekening bank di Swiss. Perkara Levine menunjukkan bagaimana informasi dari lingkungan perbankan investasi dapat disalahgunakan untuk keuntungan pribadi.
Kasus Levine juga menjadi pintu masuk bagi penyelidikan jaringan insider trading yang lebih luas di Wall Street. Dalam konteks sejarah penegakan hukum pasar modal, nama Levine sering disebut bersama Boesky karena keduanya menggambarkan skandal besar pada era merger boom 1980-an.
3. Raj Rajaratnam dan Jaringan Informasi Galleon Group
Salah satu dari 10 kasus insider trading terbesar di industri hedge fund melibatkan Raj Rajaratnam, pendiri Galleon Group. Jaksa menuduh Rajaratnam memperoleh informasi rahasia dari jaringan eksekutif perusahaan, konsultan, dan profesional keuangan.
Informasi tersebut berkaitan dengan sejumlah perusahaan, termasuk Goldman Sachs, AMD, Akamai Technologies, dan Clearwire. Kasus ini mendapat perhatian besar karena penyidik menggunakan rekaman penyadapan telepon untuk membuktikan pertukaran informasi rahasia.
Pada 2011, Rajaratnam dinyatakan bersalah atas 14 dakwaan. Departemen Kehakiman AS menyatakan ia kemudian dijatuhi hukuman 11 tahun penjara melalui rilis resmi Raj Rajaratnam Sentenced to 11 Years in Prison. Pada saat itu, hukuman tersebut menjadi salah satu hukuman terberat dalam 10 kasus insider trading di Amerika Serikat.
Kasus Galleon juga disebut SEC sebagai salah satu dari 10 kasus insider trading besar dalam industri hedge fund melalui SEC Press Release 2009-221.
4. Rajat Gupta Membocorkan Informasi Goldman Sachs
Jaringan Rajaratnam turut menyeret Rajat Gupta, mantan pemimpin perusahaan konsultan McKinsey yang juga pernah duduk di jajaran direksi Goldman Sachs.
Gupta dituduh memberikan informasi material yang belum dipublikasikan kepada Rajaratnam. Informasi tersebut antara lain berkaitan dengan kondisi keuangan Goldman Sachs dan investasi Berkshire Hathaway ke Goldman Sachs pada masa krisis keuangan 2008.
Perkara ini menjadi terkenal dan masuk dalam 10 kasus insider trading besar, karena Gupta sebelumnya dikenal sebagai figur berpengaruh dalam dunia bisnis global. DOJ menyatakan Gupta dijatuhi hukuman dua tahun penjara dalam rilis resmi Former Goldman Sachs Director Rajat Gupta Sentenced.
Kasus Gupta memperlihatkan bahwa pelanggaran insider trading tidak selalu dilakukan oleh orang yang langsung mengeksekusi transaksi. Memberikan informasi rahasia kepada orang lain juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum serius.
5. Sam Waksal dan Saham ImClone Systems
Urutan ke-5 dari 10 kasus insider trading adalah Sam Waksal, pendiri sekaligus mantan CEO ImClone Systems. Ia terlibat dalam kasus yang berawal dari pengembangan obat kanker Erbitux. Waksal mengetahui adanya kabar negatif terkait proses persetujuan obat tersebut sebelum informasi diumumkan kepada publik.
Ia kemudian berusaha menjual saham dan menyampaikan informasi tersebut kepada orang-orang terdekatnya. Waksal mengaku bersalah dalam perkara yang berkaitan dengan insider trading dan dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara.
SEC membahas tindakan hukum terkait ImClone dalam rilis resmi SEC Charges Samuel Waksal with Insider Trading.
6. Martha Stewart dan Kesalahpahaman soal Insider Trading
Salah satu dari 10 kasus insider trading juga menyeret Martha Stewart dalam rangkaian perkara saham ImClone. Ia menjual saham ImClone sebelum kabar negatif mengenai perusahaan itu diumumkan kepada publik.
Namun, ada kesalahpahaman yang sering muncul dalam pembahasan kasus ini. Stewart tidak dijatuhi hukuman pidana karena dakwaan insider trading. Ia dinyatakan bersalah atas konspirasi, menghalangi proses hukum, dan memberikan keterangan palsu dalam penyelidikan transaksi sahamnya.
SEC mengajukan gugatan perdata terhadap Martha Stewart dan Peter Bacanovic melalui rilis resmi SEC Files Securities Fraud Charges Against Martha Stewart. Dalam perkara pidana, Stewart dijatuhi hukuman lima bulan penjara dan lima bulan tahanan rumah.
Dengan demikian, kasus Martha Stewart memang berhubungan dengan penyelidikan insider trading, tetapi dasar hukuman pidananya adalah tindakan menutupi fakta dan menghambat penyelidikan.
Baca Juga: Kenali Kejahatan Insider Trading Sebelum Mulai Investasi
7. Mathew Martoma dan Keuntungan US$275 Juta
Mathew Martoma merupakan manajer portofolio yang bekerja pada perusahaan terafiliasi dengan SAC Capital. Ia memperoleh informasi rahasia mengenai hasil uji klinis obat Alzheimer yang dikembangkan Elan Corporation dan Wyeth.
Berdasarkan informasi tersebut, portofolio yang dikelolanya menjual kepemilikan saham dan mengambil posisi perdagangan sebelum hasil uji klinis diumumkan. Transaksi itu menghasilkan keuntungan dan penghindaran kerugian sekitar US$275 juta.
Departemen Kehakiman AS menyebut skema ini sebagai salah satu dari 10 kasus insider trading paling menguntungkan yang pernah didakwa. Martoma dinyatakan bersalah dan pada 2014 dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara. Rilis resmi terkait kasus ini dapat dilihat melalui DOJ Southern District of New York dalam perkara Mathew Martoma Sentenced.
Kasus Martoma menunjukkan bahwa informasi ilmiah, seperti hasil uji klinis obat, dapat menjadi informasi material jika berdampak besar pada nilai perusahaan.
8. Billy Walters dan Informasi Rahasia Dean Foods
Penjudi profesional Billy Walters terlibat dalam perkara perdagangan saham Dean Foods. Menurut SEC, Walters memperoleh informasi rahasia dari Thomas Davis, yang saat itu menjadi anggota dewan Dean Foods.
Informasi tersebut antara lain berkaitan dengan kinerja perusahaan dan rencana pemisahan bisnis WhiteWave. Walters diduga menggunakan informasi itu untuk menghasilkan keuntungan dan menghindari kerugian dengan nilai puluhan juta dolar AS.
SEC menjelaskan perkara ini dalam rilis resmi SEC Charges Professional Sports Gambler Billy Walters and Former Dean Foods Chairman. Kasus ini juga menyeret pegolf profesional Phil Mickelson sebagai relief defendant. Mickelson tidak didakwa sebagai pelaku utama insider trading, tetapi diminta mengembalikan keuntungan yang diperoleh dari transaksi saham Dean Foods.
Perkara Walters memperlihatkan bahwa penerima informasi tidak harus berasal dari perusahaan. Orang luar yang mendapatkan bocoran dari insider tetap dapat terlibat dalam persoalan hukum.
9. Christopher Collins Membocorkan Informasi kepada Anaknya
Christopher Collins, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, juga masuk dalam list 10 kasus insider trading saham perusahaan bioteknologi Innate Immunotherapeutics.
Collins merupakan anggota dewan perusahaan tersebut. Ia mengetahui bahwa uji klinis obat yang dikembangkan Innate mengalami kegagalan sebelum informasi itu diumumkan kepada publik. Informasi tersebut kemudian diberikan kepada anaknya, Cameron Collins, yang menjual saham dan meneruskan informasi itu kepada pihak lain.
SEC mengumumkan gugatan terhadap Collins melalui rilis resmi SEC Charges Congressman Christopher Collins with Insider Trading. DOJ kemudian menyatakan Collins dijatuhi hukuman 26 bulan penjara melalui rilis Former Congressman Christopher Collins Sentenced.
Kasus ini menjadi salah satu contoh bahwa insider trading dapat melibatkan pejabat publik dan anggota keluarga sebagai penerima informasi.
10. Ishan Wahi, Kasus Insider Trading Kripto Pertama
Perkembangan aset kripto turut melahirkan bentuk baru penyalahgunaan informasi rahasia. Ishan Wahi, mantan manajer produk Coinbase, memiliki informasi mengenai aset kripto yang akan dicatatkan di platform tersebut.
Informasi itu kemudian diberikan kepada saudara dan rekannya. Mereka membeli aset sebelum pengumuman listing dilakukan. Setelah Coinbase mengumumkan aset tersebut kepada publik dan harganya meningkat, mereka menjual kepemilikannya untuk memperoleh keuntungan.
Departemen Kehakiman AS menyebut perkara ini sebagai kasus insider trading aset kripto pertama yang pernah ditangani lembaga tersebut melalui rilis First Ever Cryptocurrency Insider Trading Tipping Scheme. SEC juga mengajukan perkara terkait melalui SEC Charges Former Coinbase Manager.
Wahi mengaku bersalah atas dua dakwaan konspirasi melakukan wire fraud dan pada 2023 dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Salah satu dari 10 kasus insider trading ini krusial karena memperluas pembahasan dari pasar saham tradisional ke aset digital.
Pola Umum dari 10 Kasus Insider Trading
Dari 10 kasus insider trading tersebut, terlihat beberapa pola yang berulang.
Pertama, pelanggaran sering terjadi karena akses terhadap informasi material nonpublik. Informasi itu bisa berasal dari ruang direksi, bank investasi, laboratorium riset, regulator, atau sistem internal platform perdagangan.
Kedua, pelaku tidak selalu orang yang melakukan transaksi langsung. Ada tipper, yaitu orang yang membocorkan informasi, dan tippee, yaitu orang yang menerima dan memakai informasi tersebut untuk bertransaksi.
Ketiga, keuntungan bisa sangat besar, tetapi konsekuensinya juga besar. Dalam 10 kasus insider trading di atas, banyak pelaku dalam daftar ini menghadapi denda, disgorgement, larangan beraktivitas di pasar modal, kehilangan reputasi, dan hukuman penjara.
Keempat, insider trading tidak terbatas pada saham. Kasus Coinbase menunjukkan bahwa pola penyalahgunaan informasi rahasia juga bisa terjadi dalam aset kripto atau aset digital. (Sol)




