Trader Ini Akumulasi Bitcoin Pasca Profit Jumbo dari Short

|

6 Views
Trader Ini Akumulasi Bitcoin Pasca Profit Jumbo dari Short

FinanSaya.com – Salah satu trader kripto di media sosial X dengan nama samaran Doctor Profit mengubah strategi besar terhadap Bitcoin. Setelah mempertahankan posisi short selama berbulan-bulan, ia kini menutup seluruh taruhan penurunan di pasar kripto dan mulai akumulasi Bitcoin spot untuk investasi jangka panjang.

Doctor Profit mengatakan posisi short Bitcoin yang dibuka ketika harga berada di kisaran US$115.000 hingga US$125.000 telah ditutup. Ia juga merealisasikan keuntungan dari posisi short lain yang dibangun di sekitar US$79.000 hingga US$82.000.

Selain Bitcoin, lebih dari 100 posisi short terhadap altcoin yang dibuka selama beberapa bulan terakhir juga telah ditutup. Langkah ini menandai perubahan sikap setelah Doctor Profit berada di posisi bearish sejak September 2025.

Untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan, ia kembali membeli Bitcoin spot. Harga masuk awalnya disebut berada di sekitar US$64.000.

Akumulasi Bitcoin Dimulai Bertahap

Doctor Profit menegaskan pembelian di US$64.000 bukan transaksi jangka pendek. Posisi tersebut menjadi awal dari strategi akumulasi Bitcoin yang akan dilakukan secara terstruktur selama harga berada dalam zona tertentu.

Ia berencana akumulasi Bitcoin setiap hari selama harga BTC bergerak di antara US$54.000 dan US$64.000. Setiap pembelian akan memakai sekitar 5 persen dari modal yang telah disiapkan untuk strategi tersebut.

Akumulasi dibatasi hingga maksimal 20 hari. Dengan skema ini, seluruh modal tidak langsung ditempatkan pada satu titik harga.

Jika Bitcoin berada di US$62.000, US$58.000, atau US$56.000, Doctor Profit menyatakan tetap akan membeli. Namun, pembelian akan menjadi lebih agresif apabila BTC turun mendekati US$54.000.

Strategi akumulasai Bitcoin tersebut menyerupai metode dollar-cost averaging atau DCA. Melalui DCA, investor membeli aset secara bertahap untuk mengurangi risiko masuk pada satu harga yang kurang ideal.

Berbalik dari Strategi Jual di Puncak

Langkah terbaru ini menjadi kebalikan dari strategi Doctor Profit ketika Bitcoin berada di area US$115.000 hingga US$125.000. Pada zona tersebut, ia mengaku menjual sekitar 10 persen kepemilikan spot setiap hari.

Di saat yang sama, ia menambah posisi short agar tetap memperoleh keuntungan jika akumulasi Bitcoin mengalami koreksi. Strategi itu kini dibalik.

Alih-alih menjual bertahap, Doctor Profit mulai mengumpulkan BTC sedikit demi sedikit pada area yang dianggap menarik untuk jangka panjang. Ia memilih alokasi 5 persen per hari, bukan 10 persen, agar proses pembelian dapat berlangsung lebih panjang.

Perubahan strategi ini menunjukkan pandangannya terhadap risiko dan peluang Bitcoin mulai bergeser. Dari sebelumnya mengambil posisi terhadap penurunan harga, ia kini mulai membangun eksposur spot dan akumulasi Bitcoin secara bertahap.

Zona US$54.000 hingga US$64.000 Jadi Fokus

Doctor Profit menilai area US$54.000 hingga US$64.000 memiliki arti teknikal penting bagi Bitcoin. Menurutnya, rata-rata pergerakan 200 minggu atau weekly MA200 berada di sekitar wilayah tersebut.

Area yang sama juga berdekatan dengan batas atas zona konsolidasi Bitcoin pada 2024. Weekly MA200 kerap diperhatikan investor karena dalam beberapa siklus sebelumnya menjadi area penting bagi pergerakan harga jangka panjang.

Meski begitu, indikator tersebut tidak menjamin harga sudah membentuk titik terendah. Bitcoin tetap dapat bergerak turun di bawah zona akumulasi apabila tekanan jual kembali meningkat.

Selain faktor teknikal, Doctor Profit juga melihat perubahan sentimen pasar. Ia menilai semakin banyak pelaku pasar kini menunggu Bitcoin jatuh ke US$50.000, US$45.000, US$42.000, bahkan US$38.000.

Menurutnya, pasar sering kali tidak memberikan harga yang ditunggu oleh mayoritas investor. Karena itu, ia memilih memulai akumulasi Bitcoin di US$64.000 daripada menunggu area US$40.000 yang belum tentu tercapai.

Baca Juga: Fase Akhir Bear Market Bitcoin Mulai Terlihat, Kata Analis Ini

Tidak Lagi Yakin BTC Turun ke US$40.000

Sebelumnya, Doctor Profit memperkirakan Bitcoin dapat turun ke zona US$40.000 hingga US$50.000. Namun, pandangan itu berubah karena target tersebut kini dinilai terlalu banyak ditunggu pelaku pasar.

Menurutnya, enam bulan sebelumnya hanya sedikit analis yang memperkirakan Bitcoin turun di bawah US$50.000. Kini, target serupa justru menjadi pandangan umum di media sosial.

Ia menilai keseragaman ekspektasi dapat membuat pasar membentuk dasar lebih awal. Dalam skenario tersebut, harga tidak harus mencapai level yang paling banyak ditunggu investor ritel.

Doctor Profit juga menolak anggapan bahwa dasar pasar harus terjadi tepat pada September atau Oktober hanya karena mengikuti siklus empat tahunan Bitcoin. Menurutnya, pasar dapat membentuk titik terendah lebih cepat daripada pola kalender yang diantisipasi mayoritas investor.

Regulasi dan Tokenisasi Jadi Pertimbangan

Di luar teknikal, Doctor Profit melihat perubahan struktural dalam industri aset digital. Ia menyoroti perkembangan regulasi kripto, adopsi institusional, pertumbuhan ETF Bitcoin, dan penggunaan blockchain untuk tokenisasi aset keuangan tradisional.

Menurutnya, kepastian regulasi dapat membuka akses bagi modal institusional yang sebelumnya masih menunggu kerangka hukum lebih jelas. Ia juga menilai infrastruktur yang dibangun perusahaan besar seperti Coinbase dan ekosistem ETF BlackRock telah mengubah struktur pasar Bitcoin dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Doctor Profit turut menyoroti uji coba tokenisasi yang melibatkan institusi keuangan besar. Dalam pandangannya, perpindahan saham, ETF, dan surat utang pemerintah ke infrastruktur blockchain dapat mempercepat aliran modal ke industri kripto.

Namun, perkembangan tersebut tetap merupakan proses jangka panjang. Faktor regulasi, ETF, dan tokenisasi tidak menjamin harga Bitcoin langsung naik dalam waktu dekat.

Risiko Akumulasi Bitcoin Tetap Ada

Meski menutup seluruh short kripto, Doctor Profit masih mempertahankan posisi short terhadap indeks S&P 500. Ia memandang akumulasi Bitcoin dan pasar saham berada dalam tahap siklus yang berbeda.

Menurutnya, Bitcoin telah turun sekitar 52 persen dari US$125.000 menuju US$60.000. Sementara itu, pasar saham masih sempat mencetak rekor tertinggi baru.

Ia memperkirakan koreksi saham dapat menguntungkan kripto jika sebagian modal berpindah dari aset yang dianggap mahal menuju aset digital yang sudah turun dalam. Namun, pandangan ini tetap bersifat spekulatif karena Bitcoin dan saham juga bisa sama-sama turun ketika investor menghindari aset berisiko.

Keputusan Doctor Profit menutup short dan memulai akumulasi Bitcoin menunjukkan perubahan sentimen dari bearish menjadi lebih konstruktif. Ia memilih membeli bertahap di zona US$54.000–US$64.000 dengan alokasi 5 persen modal per hari dan batas maksimal 20 hari. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya