Sektor Energi dan Infrastruktur Dorong IHSG Bangkit Pagi Ini

|

6 Views

FinanSaya.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mulai menunjukkan tanda pemulihan pada perdagangan Senin, 27 April 2026.

Setelah sempat mengalami tekanan besar dalam beberapa sesi terakhir, pasar saham Indonesia kini mulai bergerak naik dan mencoba masuk fase rebound.

Situasi ini langsung menjadi perhatian investor karena sebelumnya IHSG terkoreksi cukup dalam hingga sekitar 6,6 persen sepanjang pekan lalu.

Pada sesi perdagangan pagi, IHSG bergerak di kisaran level 7.167 hingga 7.212.

Penguatan ini muncul setelah banyak saham besar mengalami tekanan berlebihan atau oversold akibat aksi jual besar beberapa hari terakhir.

Sebagian pelaku pasar mulai melihat kondisi ini sebagai peluang untuk melakukan akumulasi pada saham-saham dengan fundamental kuat.

Secara teknikal, IHSG saat ini masih berada dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang cukup tinggi.

Area 7.100 disebut menjadi support penting yang sedang diuji pasar.

Jika level tersebut mampu bertahan, peluang rebound lanjutan menuju area 7.250 hingga 7.300 dinilai masih cukup terbuka.

Namun jika tekanan jual kembali meningkat dan support jebol, IHSG berpotensi turun lebih dalam menuju level psikologis 7.000 bahkan 6.950.

Beberapa indikator teknikal mulai menunjukkan tanda pelemahan tekanan bearish.

Relative Strength Index atau RSI terlihat mulai naik dari area oversold.

Sementara indikator MACD mulai menunjukkan pelemahan tren negatif meski belum membentuk sinyal golden cross yang kuat.

Kondisi tersebut menunjukkan pasar mulai mencoba mencari titik keseimbangan baru setelah tekanan besar dalam beberapa hari terakhir.

Volume transaksi mulai meningkat terutama pada saham sektor energi, infrastruktur, dan basic industry.

Ketiga sektor tersebut menjadi penopang utama penguatan IHSG di awal pekan.

Sementara itu, saham-saham perbankan besar masih bergerak fluktuatif karena investor asing masih cukup aktif melakukan aksi profit taking.

Meski mulai rebound, pasar saham Indonesia masih dibayangi berbagai sentimen global.

Kekhawatiran terhadap suku bunga tinggi Amerika Serikat, penguatan dolar AS, hingga tekanan nilai tukar rupiah membuat investor masih cenderung berhati-hati.

Karena itu, pergerakan IHSG dalam jangka pendek diperkirakan masih akan sangat sensitif terhadap perkembangan ekonomi global.

Meski begitu, sebagian analis mulai melihat kondisi pasar sekarang cukup menarik untuk strategi trading jangka pendek, terutama pada saham yang sudah turun dalam tetapi masih memiliki fundamental kuat. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya