FinanSaya.com – Surabaya kembali mengambil langkah besar dalam memperkuat ekonomi rakyat.
Pemerintah Kota Surabaya mengalokasikan anggaran sekitar Rp18,9 miliar untuk revitalisasi pasar tradisional pada tahun 2026.
Program ini bertujuan mengubah wajah pasar rakyat menjadi lebih bersih, modern, dan mampu bersaing di era digital.
DPRD Minta Pasar Tidak Lagi Kumuh
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni mengapresiasi langkah tersebut.
Dilansir dari Detikcom, ia menilai revitalisasi ini harus menjadi momentum untuk menghapus citra lama pasar tradisional yang identik dengan kumuh dan tidak tertata.
Menurutnya, perubahan tidak boleh hanya berhenti pada perbaikan bangunan fisik saja.
Manajemen Pasar Harus Ikut Berubah
Fathoni menegaskan pengelola pasar seperti PD Pasar Surya harus memanfaatkan program ini untuk melakukan perubahan besar dalam sistem pengelolaan.
Ia mengingatkan agar pengelolaan pasar tidak lagi berjalan seperti biasa tanpa inovasi.
Karena jika hanya memperbaiki fisik tanpa perubahan manajemen, kondisi pasar dikhawatirkan akan kembali seperti semula.

Pedagang Diminta Masuk Dunia Digital
Salah satu sorotan utama adalah pentingnya adaptasi pedagang terhadap perkembangan teknologi.
Fathoni mencontohkan kesuksesan pedagang di Pasar Tanah Abang yang mulai aktif berjualan secara online.
Ia mendorong pedagang Surabaya untuk mulai memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan live streaming agar jangkauan pasar semakin luas.
Menurutnya, cara ini bisa menjadi kunci untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di pasar tradisional.
Tidak Cuma Jualan, Tampilan Juga Penting
Selain digitalisasi, pedagang juga diminta meningkatkan kualitas dagangan.
Mulai dari kebersihan lapak, penataan barang, hingga kemasan produk harus diperhatikan.
Fathoni bahkan menyarankan agar pengelola pasar bekerja sama dengan content creator untuk membantu promosi pasar secara lebih modern.
Jangan Sampai Program Gagal
Ada kekhawatiran bahwa tanpa perubahan menyeluruh, pasar tradisional bisa kembali sepi setelah revitalisasi selesai.
Karena itu PD Pasar Surya diminta bersikap lebih proaktif dan tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik.
Fathoni juga menyinggung fenomena pasar krempyeng atau pasar rakyat mandiri yang justru lebih ramai karena dikelola secara fleksibel oleh masyarakat.
Hal ini dinilai menjadi bahan evaluasi penting bagi pengelola pasar resmi. (Sol)




