FinanSaya.com – Banyak orang pilih asuransi karena khawatir risiko besar datang tiba-tiba. Akan tetapi, tidak semua orang benar-benar paham produk yang dibeli.
Ada yang mengira asuransi jiwa sama dengan asuransi kesehatan. Ada yang membeli asuransi kendaraan tanpa membaca risiko sendiri. Ada juga yang baru sadar rumahnya tidak terlindungi setelah terjadi kebakaran atau bencana.
Di sinilah perbedaan untuk pilih asuransi perlu dipahami.
Asuransi bukan satu produk yang berlaku untuk semua masalah. Setiap jenis asuransi melindungi risiko yang berbeda, punya cara klaim berbeda, dan manfaat yang juga tidak sama.
Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menjelaskan bahwa asuransi umum memberikan penggantian atas kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga akibat peristiwa tidak pasti.
Sementara usaha asuransi jiwa memberikan pembayaran kepada pemegang polis, tertanggung, atau pihak lain yang berhak sesuai perjanjian polis.
Asuransi Jiwa Lindungi Nilai Ekonomi Seseorang
Asuransi jiwa fokus pada risiko meninggal dunia atau kondisi tertentu yang membuat nilai ekonomi seseorang hilang.
Sederhananya, asuransi jiwa bukan untuk mencegah kematian. Asuransi ini memberi perlindungan finansial kepada keluarga atau ahli waris ketika pencari nafkah meninggal dunia.
Misalnya, seorang ayah menjadi sumber penghasilan utama keluarga. Ia punya istri, dua anak, cicilan rumah, dan biaya sekolah yang masih panjang. Jika ia meninggal dunia, keluarga bisa kehilangan sumber pendapatan.
Di sinilah asuransi jiwa bekerja.
Uang pertanggungan dapat membantu keluarga membayar kebutuhan hidup, melunasi utang, atau menjaga pendidikan anak tetap berjalan.
OJK dan regulasi perasuransian membedakan usaha asuransi jiwa dari asuransi umum karena sifat manfaatnya berkaitan dengan pembayaran kepada pihak yang berhak saat tertanggung meninggal dunia, tetap hidup, atau kondisi lain yang diatur dalam polis.
Masalahnya, banyak orang pilih asuransi jiwa tanpa menghitung kebutuhan uang pertanggungan.
Akibatnya, premi sudah dibayar, tetapi manfaatnya terlalu kecil dibanding kebutuhan keluarga.
Asuransi Kesehatan Melindungi Biaya Berobat
Asuransi kesehatan berbeda dari asuransi jiwa.
Fokusnya bukan uang pertanggungan untuk ahli waris, tetapi biaya perawatan medis. Manfaatnya bisa mencakup rawat inap, rawat jalan, tindakan medis, operasi, obat, atau pemeriksaan tertentu, tergantung isi polis.
Manulife Indonesia menjelaskan bahwa asuransi kesehatan memberi perlindungan finansial terhadap biaya perawatan medis akibat sakit atau kecelakaan, termasuk membantu meringankan biaya rawat jalan, rawat inap, dan tindakan medis lain.
Contohnya, seseorang terkena demam berdarah dan harus dirawat lima hari di rumah sakit. Tanpa asuransi, ia perlu membayar kamar, dokter, obat, laboratorium, dan biaya tindakan dari uang pribadi.
Dengan pilih asuransi kesehatan, sebagian atau seluruh biaya bisa ditanggung sesuai ketentuan polis.
Namun, yang perlu diperhatikan adalah plafon, masa tunggu, pengecualian penyakit, sistem cashless atau reimbursement, jaringan rumah sakit, dan batas kamar.
Tidak sedikit orang hanya melihat premi murah.
Padahal premi murah bisa berarti manfaat terbatas, plafon kecil, atau pengecualian cukup banyak.
Asuransi Kendaraan Melindungi Mobil atau Motor
Asuransi kendaraan termasuk dalam asuransi umum.
Fokusnya adalah melindungi kendaraan bermotor dari risiko kerugian atau kerusakan. Bisa karena tabrakan, benturan, terperosok, pencurian, kebakaran, atau risiko lain sesuai polis.
Dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia yang diterbitkan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia atau AAUI, pertanggungan menjamin kerugian dan/atau kerusakan pada kendaraan bermotor dan kepentingan yang dipertanggungkan sesuai ketentuan polis.
Biasanya ada dua jenis perlindungan yang sering dikenal masyarakat, yakni comprehensive dan total loss only atau TLO.
Comprehensive umumnya menanggung kerusakan sebagian sampai total, sesuai ketentuan. TLO biasanya menanggung jika kerusakan atau kehilangan mencapai batas tertentu yang dianggap kerugian total.
Contohnya, mobil terserempet dan pintunya penyok. Jika memakai comprehensive dan memenuhi syarat, klaim bisa diajukan. Namun jika hanya TLO, kerusakan kecil seperti itu biasanya tidak ditanggung.
Yang perlu diperhatikan adalah risiko sendiri atau deductible, perluasan jaminan banjir, huru-hara, gempa, tanggung jawab hukum pihak ketiga, dan bengkel rekanan.
Di sinilah banyak klaim bermasalah dari resiko pilih asuransi.
Bukan karena asuransi selalu menolak, tetapi karena pemilik kendaraan tidak membaca batas perlindungan sejak awal.
Baca Juga: Korelasi Aljabar dan Keuangan dalam Pembukuan
Asuransi Properti Lindungi Rumah dan Bangunan
Asuransi properti juga termasuk asuransi umum.
Fokusnya adalah melindungi aset fisik seperti rumah, ruko, gudang, kantor, atau bangunan usaha dari risiko kerusakan atau kehilangan akibat peristiwa tertentu.
Risiko yang umum dikaitkan dengan asuransi properti antara lain kebakaran, ledakan, petir, kejatuhan pesawat, asap, dan perluasan lain seperti banjir, gempa bumi, kerusuhan, atau pencurian, tergantung polis yang dipilih.
AAUI mencatat dalam laporan asuransi umum 2022 bahwa lini asuransi harta benda atau property menjadi salah satu pangsa pasar terbesar di industri asuransi umum Indonesia, bersama kendaraan bermotor dan asuransi kredit.
Contohnya, sebuah toko kecil mengalami kebakaran dan sebagian stok barang ikut rusak. Jika pemilik memiliki polis properti yang sesuai, kerugian bangunan dan isi yang diasuransikan bisa diajukan klaim.
Namun, jika pilih asuransi ini, maka nilai pertanggungan harus realistis.
Jika rumah senilai Rp800 juta hanya diasuransikan Rp400 juta, klaim bisa tidak mengganti seluruh kerugian. Ini yang sering disebut underinsurance.
Masalahnya, banyak orang merasa rumah adalah aset besar, tetapi tidak mengasuransikannya.
Padahal satu kejadian bisa menghapus nilai aset yang dibangun bertahun-tahun.
Pilih Asuransi Mana yang Harus Diprioritaskan?
Prioritas asuransi harus mengikuti risiko hidup.
Jika seseorang punya tanggungan keluarga, asuransi jiwa menjadi penting. Jika biaya kesehatan bisa mengganggu tabungan, asuransi kesehatan perlu dipertimbangkan. Jika kendaraan dipakai untuk kerja harian, asuransi kendaraan bisa melindungi mobilitas dan aset. Jika memiliki rumah, toko, atau bangunan usaha, asuransi properti bisa menjadi pelindung dari kerugian besar.
Namun, jangan pilih semua produk tanpa menghitung kemampuan.
Premi harus masuk akal terhadap arus kas bulanan.
Contohnya, seseorang punya gaji Rp7 juta. Ia bisa mulai dari perlindungan paling mendesak: kesehatan dan jiwa jika sudah punya tanggungan. Setelah itu baru kendaraan dan properti, sesuai aset yang dimiliki.
Yang perlu diperhatikan, asuransi bukan investasi cepat untung.
Asuransi adalah alat transfer risiko. Kita membayar premi agar risiko finansial besar tidak sepenuhnya ditanggung sendiri.
Baca Polis Sebelum Tanda Tangan
Perbedaan pilih asuransi jiwa, kesehatan, kendaraan, dan properti terlihat dari objek yang dilindungi.
Jiwa melindungi nilai ekonomi manusia. Kesehatan melindungi biaya medis. Kendaraan melindungi mobil atau motor. Properti melindungi bangunan dan aset fisik.
Namun semuanya punya satu kesamaan, yakni manfaat hanya berlaku sesuai polis.
Karena itu, sebelum pilih asuransi, baca manfaat, pengecualian, masa tunggu, premi, cara klaim, risiko sendiri, dan kewajiban pemegang polis.
OJK juga mengingatkan masyarakat untuk pilih asuransi dari perusahaan yang berizin, memahami manfaat dan risiko produk, serta mengisi data dengan jujur agar perlindungan berjalan sesuai ketentuan.
Pilih asuransi yang tepat bisa menyelamatkan keuangan.
Namun asuransi yang dibeli tanpa paham isi polis bisa membuat orang merasa terlindungi, padahal perlindungannya tidak sesuai kebutuhan. (Sol)




