MBG Tetap Jalan Tapi Lebih Hemat, Menkeu Buka Suara

|

7 Views

FinanSaya.com – Program Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali jadi perhatian publik. Pemerintah kini mulai melakukan berbagai langkah penghematan agar anggaran program prioritas nasional tersebut tidak terlalu membebani keuangan negara.

Yang bikin ramai, distribusi makanan gratis yang sebelumnya dilakukan enam hari dalam seminggu kini dikurangi menjadi lima hari.

Langkah ini disebut bisa menghemat anggaran negara hingga Rp20 triliun.

Melansir pernyataan dalam media briefing di Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tetap mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis.

Namun pihaknya meminta agar pelaksanaan program dilakukan lebih efisien.

Menurut Purbaya, Kementerian Keuangan tidak akan terlalu masuk ke teknis pelaksanaan program yang dijalankan Badan Gizi Nasional atau BGN.

Meski begitu, pemerintah tetap ingin anggaran program bisa dikendalikan lebih baik.

Purbaya mengatakan dirinya rutin berdiskusi dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana, terkait pelaksanaan MBG.

Dalam pembahasan tersebut, BGN disebut sudah mulai melakukan berbagai efisiensi, termasuk mengurangi distribusi makanan dari enam hari menjadi lima hari dalam seminggu.

Menurutnya, langkah itu membuat kebutuhan anggaran MBG nantinya bisa jauh lebih rendah dibanding proyeksi awal sebesar Rp335 triliun.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian juga menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal dilakukan untuk menyesuaikan hari sekolah anak.

Pemerintah kini mengarahkan distribusi makanan segar hanya selama lima hari kerja dalam seminggu.

Kebijakan tersebut diperkirakan mampu menghemat anggaran negara hingga Rp20 triliun.

Meski ada pengurangan jadwal secara nasional, pemerintah menegaskan kebijakan ini tidak akan diterapkan secara kaku di semua daerah.

Program Makan Bergizi Gratis memang menjadi salah satu program terbesar pemerintahan Prabowo Subianto.

Karena itu, besarnya anggaran MBG kini mulai banyak disorot masyarakat dan pelaku ekonomi.

Sebagian mendukung langkah efisiensi agar keuangan negara tetap aman, sementara sebagian lain berharap kualitas program tidak ikut menurun.

Kalau penghematan terus dilakukan tanpa mengurangi manfaat utama program, bukan tidak mungkin MBG tetap bisa berjalan besar dengan biaya yang lebih terkendali. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya