Kampanye Anti-Kripto Makin Panas di Kongres AS

|

6 Views
Kampanye Anti-Kripto

FinanSaya.com – Anggota Kongres AS, Brad Sherman, disebut memakai gambar patung emas Donald Trump yang memegang Bitcoin dalam materi kampanyenya. Visual itu menjadi bagian dari Kampanye Anti-Kripto yang menyoroti risiko aset digital di tengah pertarungan politik internal Partai Demokrat.

Materi tersebut menarik perhatian komunitas kripto setelah diunggah akun Bitcoin News di platform X. Gambar Trump-Bitcoin dipakai untuk memperkuat pesan Sherman yang selama ini dikenal keras terhadap industri aset digital.

Sebagai informasi, Brad Sherman bukan nama baru dalam kampanye anti-kripto.

Politisi Demokrat dari California itu sudah lama dikenal sebagai salah satu anggota Kongres yang vokal menentang aset digital. Dalam berbagai pernyataan sebelumnya, Sherman kerap menyebut kripto sebagai ancaman bagi sistem keuangan dan berpotensi dipakai untuk aktivitas ilegal.

Kini, sikap itu masuk lebih jauh ke materi politik.

Kampanye Anti-Kripto Sherman tidak hanya bicara soal regulasi, tetapi juga memakai simbol visual yang mudah memancing perhatian publik.

Kripto Masuk Primary California

Menurut laporan Bitget yang disebut dalam bahan, isu kripto menjadi bagian dari pertarungan Sherman melawan Jake Levine dalam primary California distrik 32.

Sherman membawa narasi kritis terhadap industri kripto. Sementara Levine digambarkan sebagai figur yang lebih terbuka terhadap teknologi dan ekonomi digital.

Dengan begitu, Kampanye Anti-Kripto ini tidak berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari perebutan posisi politik, dukungan pemilih, dan arah kebijakan ekonomi digital di Amerika.

Kripto tidak lagi hanya dibahas di forum teknologi, bursa aset digital, atau komunitas investor. Isu ini sudah masuk ke selebaran kampanye, debat kandidat, dan strategi menyerang lawan politik.

Gambar patung emas Donald Trump yang memegang Bitcoin digunakan oleh Brad Sherman dalam Kampanye Anti Kripto

Industri Kripto Disebut Ancaman Sistemik

Dalam materi kampanye yang beredar, industri kripto disebut sebagai ancaman sistemik.

Narasi itu mengaitkan aset digital dengan risiko penyalahgunaan oleh pelaku kejahatan dan pelanggar hak asasi manusia. Laporan KuCoin menyebut Sherman telah menerbitkan setidaknya tiga materi kampanye yang berfokus pada isu kripto.

Bagi Sherman, Kampanye Anti-Kripto menjadi cara untuk menegaskan posisinya sebagai politisi yang menolak perluasan aset digital tanpa pengawasan ketat.

Namun bagi komunitas kripto, pendekatan ini dianggap menyederhanakan masalah. Mereka melihat kripto sebagai inovasi finansial, teknologi pembayaran, dan alternatif sistem keuangan yang lebih terbuka.

Patung Trump Bitcoin Jadi Simbol

Patung emas Donald Trump yang memegang Bitcoin bukan gambar sembarangan.

Berdasarkan bahan yang merujuk Axios, patung setinggi sekitar 12 kaki itu sempat muncul di dekat Gedung Capitol AS pada September 2025. Patung tersebut disebut sebagai bagian dari aksi promosi terkait koin meme bertema Donald Trump bernama DJTGST, bukan proyek resmi keluarga Trump.

Penggunaan gambar ini membuat Kampanye Anti-Kripto Sherman terasa lebih tajam.

Trump, Bitcoin, memecoin, dan politik elektoral bertemu dalam satu visual. Bagi publik umum, gambar seperti itu lebih mudah dicerna daripada pembahasan panjang tentang regulasi aset digital.

Baca Juga: Apa Itu CLARITY Act dan Dampaknya bagi Kripto?

Koin Meme Trump Bikin Isu Makin Sensitif

Isu kripto semakin sensitif setelah Donald Trump dan keluarganya beberapa kali dikaitkan dengan proyek aset digital, termasuk koin meme.

Dalam bahan disebutkan, Washington Post sebelumnya melaporkan sejumlah anggota Demokrat pernah menyelidiki acara makan malam pribadi Trump dengan para investor koin meme. Acara itu dinilai memunculkan pertanyaan etik dan potensi konflik kepentingan.

Konteks ini membuat Kampanye Anti-Kripto Sherman mendapat amunisi tambahan.

Bukan hanya soal harga Bitcoin, teknologi blockchain, atau perlindungan investor. Perdebatan melebar ke etika pejabat publik, aliran dana politik, dan penggunaan aset digital untuk membangun pengaruh.

Di Amerika, kripto kini bergerak di antara dua narasi besar, yakni inovasi finansial atau celah baru bagi kepentingan politik dan penyalahgunaan dana.

Komunitas Kripto Beri Respon

Komunitas kripto biasanya sensitif terhadap politisi yang dianggap menyerang industri secara sepihak.

Bagi pendukung aset digital, Kampanye Anti-Kripto seperti yang dilakukan Sherman bisa dianggap sebagai bagian dari upaya menakut-nakuti pemilih. Mereka menilai risiko kripto memang ada, tetapi tidak bisa dijadikan alasan untuk menolak seluruh industri.

Di sisi lain, kritik Sherman menyentuh kekhawatiran yang nyata.

Kripto memang punya sejarah panjang terkait penipuan, manipulasi pasar, pencucian uang, rug pull, dan lemahnya perlindungan investor pada sebagian proyek. Masalahnya, debat politik sering membuat isu teknis berubah menjadi slogan.

Pendukung dan penentang kripto akhirnya tidak hanya berdebat soal data, tetapi juga identitas politik.

Pemilu AS Makin Dipengaruhi Kripto

Peran kripto dalam politik AS terus membesar.

Dana kampanye, dukungan komunitas, posisi kandidat, hingga hubungan dengan industri aset digital kini menjadi sorotan. Kandidat yang pro-kripto bisa mendapat dukungan dari pelaku industri. Kandidat yang anti-kripto bisa menggalang pemilih yang khawatir terhadap risiko sistem keuangan.

Kasus Sherman menunjukkan bahwa aset digital bukan lagi urusan komunitas kecil.

Bitcoin, memecoin, regulasi, dan figur seperti Donald Trump kini bisa bertemu dalam materi kampanye. Debatnya tidak lagi hanya soal teknologi, tetapi juga kekuasaan, etika, uang politik, dan kepercayaan publik.

Kampanye Anti-Kripto yang memakai visual patung Trump-Bitcoin memperlihatkan bagaimana simbol kripto bisa dipakai untuk menyerang lawan politik dan membangun narasi risiko.

Jika peran kripto dalam pendanaan, kampanye, dan kepentingan politik terus membesar, Kampanye Anti-Kripto seperti yang dilakukan Sherman kemungkinan bukan yang terakhir. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya