FinanSaya.com – Kadin Surabaya resmi masuk babak baru.
Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri Kota Surabaya masa bakti 2024-2029 dilantik di halaman Balai Kota Surabaya, Taman Surya, Minggu, 17 Mei 2026 malam.
Dalam pelantikan itu, Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti resmi mengemban amanah sebagai Ketua Kadin Kota Surabaya.
Sebagaimana diketahui, tantangan dunia usaha ke depan tidak ringan.
UMKM harus menghadapi perubahan pasar, teknologi, persaingan digital, legalitas usaha, hingga peluang masuk pasar yang lebih luas. Di sinilah Kadin Surabaya ingin mengambil peran lebih besar.
Kadin Surabaya Tak Mau Hanya di Ruang Rapat
Ali Affandi, yang akrab disapa Andi, menegaskan Kadin tidak boleh hanya menjadi ruang pertemuan pengusaha besar.
Menurutnya, Kadin harus hadir langsung di tengah masyarakat dan menjadi jembatan bagi pelaku usaha, termasuk UMKM.
Ia membawa nilai Tabah, Jujur, dan Setia sebagai semangat kepengurusan baru.
“Kadin tidak boleh hanya hadir di ruang rapat, Kadin harus hadir di tengah masyarakat. Senior kami mengajarkan nilai yang sederhana tapi bermakna. Tabah, Jujur, dan Setia,” ujar Andi.
Tabah menghadapi tantangan zaman. Jujur menjaga amanah. Setia pada perjuangan ekonomi bangsa.
Pesan ini penting karena Kadin Surabaya ingin membangun citra baru.
Bukan hanya organisasi elite bisnis, tetapi mitra yang dekat dengan pelaku usaha kecil di kota.

139 Agenda Sudah Dijalankan
Meski baru dilantik resmi, Andi menyebut Kadin Surabaya sudah bergerak dalam 1,5 tahun terakhir.
Selama periode itu, pihaknya mencatat lebih dari 139 agenda kerja progresif.
Ke depan, program strategis akan diarahkan pada pembukaan jejaring pasar global, penguatan sumber daya manusia, pelatihan UMKM, dan kolaborasi lintas sektor.
Di sinilah target besarnya terlihat.
UMKM Surabaya tidak hanya didorong bertahan di pasar lokal. Mereka juga disiapkan agar bisa naik kelas dan masuk ke jaringan usaha yang lebih luas.
Legalitas UMKM Jadi Kunci
Salah satu fokus penting adalah legalitas usaha.
Kadin Surabaya akan memperkuat kolaborasi dengan Pemkot Surabaya, termasuk melalui klinik investasi DPMPTSP.
Program yang disiapkan mencakup kurasi produk, pelatihan naik kelas, pengurusan Nomor Induk Berusaha atau NIB, hingga sertifikasi halal gratis.
Kondisi ini sangat penting bagi UMKM.
Tanpa legalitas, produk sulit masuk pasar modern. Tanpa sertifikasi, peluang menjangkau konsumen yang lebih luas bisa terhambat.
Dengan NIB, sertifikasi halal, dan produk yang sudah dikurasi, pelaku usaha kecil punya modal lebih kuat untuk masuk ke pasar yang lebih serius.
Baca Juga: Harga Pangan Surabaya Bergerak Turun, Konsumen Bisa Lega
Porprov 2027 Jadi Peluang Ekonomi
Kadin Surabaya juga menyiapkan UMKM untuk menangkap peluang dari Porprov Jawa Timur 2027.
Dalam momentum itu, Kadin akan berkolaborasi dengan KONI Surabaya untuk mendorong ekonomi kreatif.
Targetnya, perputaran uang saat event olahraga berlangsung tidak hanya dirasakan hotel, restoran, atau bisnis besar.
Pedagang kecil dan UMKM juga harus ikut menikmati dampaknya.
Contohnya, pelaku kuliner, produk lokal, merchandise, jasa kreatif, dan pedagang sekitar venue bisa mendapat pasar baru selama atlet dan pengunjung datang ke Surabaya.

Pemkot Surabaya Siap Bersinergi
Fokus dari Kadin Surabaya pun sejalan dengan Pemerintah Kota.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menyampaikan apresiasi kepada Kadin Surabaya.
Menurutnya, Surabaya adalah kota jasa dan perdagangan. Karena itu, dunia usaha punya peran strategis sebagai mitra pemerintah.
Syamsul juga memberi pekerjaan rumah besar kepada Kadin.
UMKM harus disiapkan menyambut Porprov Jawa Timur. Jika Kadin kuat, UMKM bisa lebih hebat, dan ekonomi Surabaya bisa tumbuh lebih cepat.
Pelantikan Dikemas Dekat dengan Rakyat
Pelantikan Kadin Surabaya kali ini dibuat berbeda.
Acara digelar di ruang terbuka dan diramaikan pesta rakyat serta gebyar UMKM. Konsep ini menjadi simbol bahwa dunia usaha ingin semakin dekat dengan masyarakat.
Kadin Surabaya juga menyerahkan 733 bibit pohon mahoni kepada Pemkot Surabaya sebagai bentuk komitmen terhadap lingkungan.
Di tengah disrupsi teknologi, perubahan perilaku pasar, dan ketegangan geopolitik global, Kadin Surabaya kini membawa misi besar, yakni membuat UMKM lebih siap, lebih legal, lebih kuat, dan lebih dekat dengan peluang ekonomi baru. (Sol)




