FinanSaya.com – Surabaya mulai mencatat penurunan harga sejumlah komoditas cabai pada awal Mei 2026.
Berdasarkan data SISKAPERBAPO Jawa Timur per Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 11.50 WIB, harga cabe merah keriting mengalami penurunan cukup tajam dibanding hari sebelumnya.
Data tersebut dihimpun dari beberapa pasar besar di Surabaya seperti Pasar Tambahrejo, Pasar Keputran, Pasar Wonokromo, dan Pasar Genteng.
Cabe Keriting Turun Paling Dalam
Dalam laporan terbaru itu, harga cabe merah keriting turun dari Rp39.166 per kilogram menjadi Rp35.000 per kilogram.
Artinya, terjadi penurunan sekitar Rp4.167 atau setara 10,64 persen hanya dalam sehari.
Penurunan ini menjadi salah satu koreksi harga cabai terbesar di Surabaya dalam beberapa waktu terakhir.
Bagi masyarakat dan pelaku usaha kuliner, turunnya harga cabe keriting tentu menjadi kabar cukup melegakan karena cabai merupakan bahan utama banyak masakan sehari-hari.
Cabe Rawit Juga Ikut Turun
Selain cabe keriting, cabe rawit merah juga mengalami penurunan meski tidak terlalu besar.
Harga cabe rawit merah turun dari Rp46.833 per kilogram menjadi Rp46.250 per kilogram.
Penurunannya tercatat sekitar Rp583 atau 1,25 persen.
Meski turun, cabe rawit merah masih menjadi jenis cabai paling mahal di antara kelompok cabai lainnya di Surabaya.
Cabe Merah Besar Justru Naik
Di tengah turunnya beberapa jenis cabai, cabe merah besar justru mengalami kenaikan tipis.
Harga cabe merah besar naik dari Rp38.333 per kilogram menjadi Rp38.750 per kilogram. (Sol)





