Ekspor Perhiasan Jatim Anjlok Lebih dari 50 Persen

|

5 Views

FinanSaya.com – Jawa Timur mulai menghadapi tekanan di sektor ekspor pada Triwulan I-2026.

Meski ekonomi Jawa Timur masih tumbuh positif sebesar 5,96 persen secara tahunan, perlambatan ekspor mulai menjadi perhatian dalam data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur.

Berdasarkan rilis BPS Jawa Timur per 5 Mei 2026, ekspor barang dan jasa masih tumbuh secara tahunan.

Namun lajunya melambat akibat penurunan tajam pada sejumlah komoditas utama, terutama perhiasan dan tembaga.

Ekspor perhiasan tercatat mengalami penurunan sangat dalam.

Secara kuartalan, ekspor komoditas ini turun 52,87 persen. Sementara secara tahunan melemah hingga 45,85 persen.

Penurunan tersebut disebut berkaitan dengan melemahnya permintaan global terhadap produk perhiasan emas pada awal tahun ini.

Selain perhiasan, komoditas tembaga juga mengalami pelemahan.

Nilai ekspor tembaga turun 15,21 persen secara kuartalan dan turun 12,34 persen secara tahunan.

Kondisi ini membuat dua sektor tersebut menjadi penekan utama performa ekspor luar negeri Jawa Timur sepanjang awal 2026.

Ekspor Total Masih Tumbuh, Tapi Melambat

Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa Jawa Timur tercatat mengalami kontraksi 2,04 persen secara quarter-to-quarter (qtq).

Namun secara tahunan, ekspor masih tumbuh 1,96 persen.

Artinya, ekspor Jawa Timur belum masuk fase penurunan penuh, tetapi momentumnya mulai melemah dibanding periode sebelumnya.

Di tengah tekanan tersebut, sejumlah komoditas lain masih menunjukkan pertumbuhan positif.

Lemak dan minyak hewan misalnya, tumbuh 11,08 persen secara kuartalan dan melonjak 34,85 persen secara tahunan.

Sementara bahan kimia organik juga masih tumbuh 7,21 persen secara tahunan meski mengalami koreksi secara kuartalan.

Meski sektor ekspor mulai melambat, ekonomi Jawa Timur secara umum masih tumbuh cukup kuat.

BPS mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur atas dasar harga berlaku mencapai Rp888,44 triliun.

Pertumbuhan ekonomi daerah banyak ditopang konsumsi rumah tangga, perdagangan, industri pengolahan, dan sektor pertanian yang terdorong masa panen.

Industri pengolahan sendiri masih menjadi kontributor terbesar ekonomi Jawa Timur dengan porsi 31,45 persen. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya