Dolar AS Makin Kuat, Rupiah Terseret ke Level Terburuk

|

10 Views

FinanSaya.com – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tekanan kuat di awal pekan Mei 2026.

Pada perdagangan Senin, 4 Mei 2026 pukul 02.07 GMT, rupiah melemah ke level Rp17.340 per dolar Amerika Serikat.

Pelemahan sebesar 0,20 persen ini membuat rupiah menjadi salah satu mata uang dengan performa terburuk di kawasan Asia saat ini.

Rupiah sebelumnya berada di level Rp17.305 per dolar AS.

Dengan penurunan terbaru ini, tren depresiasi rupiah sepanjang tahun 2026 kini sudah mencapai sekitar 3,86 persen dari posisi akhir 2025 di Rp16.670.

Angka tersebut menunjukkan tekanan yang cukup konsisten terhadap mata uang Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.

Mata Uang Asia Lain Juga Tertekan

Tidak hanya rupiah, beberapa mata uang Asia lainnya juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS.

Yen Jepang tercatat melemah sekitar 0,05 persen, sementara Baht Thailand dan Peso Filipina masing-masing turun sekitar 0,18 persen.

Meski begitu, tekanan yang dialami rupiah terlihat lebih dalam dibandingkan negara lain di kawasan.

Melansir dari beritajejakfakta.id, analis sekaligus Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono, menilai pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor global dan domestik.

Salah satu yang disorot adalah tata kelola Danantara yang dianggap terlalu terpusat sehingga memengaruhi persepsi investor internasional.

Selain itu, keputusan Bank Indonesia yang menahan suku bunga di tengah tekanan nilai tukar juga dinilai kurang agresif oleh pasar.

Kenaikan harga minyak dunia turut menambah beban impor energi Indonesia, sehingga memperbesar tekanan terhadap rupiah.

Geopolitik Jadi Faktor Besar

Sementara itu, melansir dari katadata.co.id, pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menyebut sekitar 50 persen tekanan terhadap rupiah berasal dari faktor geopolitik global.

Konflik di Timur Tengah, kondisi politik Amerika Serikat, serta kebijakan bank sentral dunia menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan nilai tukar.

Selain itu, fluktuasi harga minyak dan logam mulia juga ikut memicu ketidakstabilan pasar keuangan global.

Dengan kombinasi tekanan global dan domestik, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan fluktuatif dalam waktu dekat.

Investor cenderung lebih berhati-hati di tengah dominasi dolar AS yang terus menguat. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya