Diskop UKM Jatim Siapkan UMKM Naik ke Level Internasional

|

13 Views
Kepala Diskop UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa

FinanSaya.com – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Jawa Timur mendorong pelaku UMKM sektor kriya dan fashion memperkuat branding agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Langkah ini dilakukan di tengah persaingan industri kreatif yang semakin ketat, terutama pada produk berbasis budaya lokal seperti batik, bordir, dan aksesori.

Kepala Diskop UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa saat acara Batik Bordir & Aksesoris Fair (BBA) 2026, mengatakan industri kriya dan fashion menjadi salah satu sektor unggulan ekonomi kreatif di Jawa Timur.

Menurutnya, produk-produk lokal memiliki kekuatan budaya sekaligus peluang ekonomi yang besar apabila dikembangkan dengan strategi yang tepat.

“Produk-produk kriya seperti batik, bordir, dan aksesoris tidak hanya memiliki nilai estetika dan kearifan lokal, tetapi juga peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi,” ujarnya dalam talkshow di Grand City Mall Surabaya, Rabu (6/5/2026).

Akadamisi Batik, Zahir Widadi saat memberikan paparan di acara tallkshow di Grand City Surabaya

Branding Masih Jadi Tantangan

Meski potensinya besar, pelaku UMKM dinilai masih menghadapi tantangan dalam membangun brand dan positioning produk.

Selain itu, strategi pemasaran banyak pelaku usaha juga dianggap belum cukup adaptif terhadap perkembangan tren pasar modern.

Padahal saat ini persaingan tidak hanya soal kualitas produk, tetapi juga soal bagaimana produk dikenal dan dipercaya pasar.

Endy menilai kekayaan budaya lokal perlu diolah menjadi inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini.

Menurutnya, tradisi tidak cukup hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga harus mampu menjadi kekuatan ekonomi kreatif.

“Khususnya dalam dunia fashion dan kriya, dapat diolah menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar modern,” katanya.

Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin (tengah) di acara Batik Bordir & Aksesoris Fair (BBA) 2026

Brand Bakal Jadi Senjata Baru UMKM

Dalam persaingan bisnis modern, brand dinilai menjadi salah satu faktor utama untuk memenangkan pasar.

Brand bukan lagi sekadar logo atau nama produk, melainkan identitas yang membangun nilai, keunikan, dan kepercayaan konsumen.

Karena itu, pelaku UMKM didorong membangun brand yang autentik dan relevan dengan perkembangan zaman.

Diskop UKM Jawa Timur menilai pelaku usaha kini tidak cukup hanya bertahan di pasar lokal.

UMKM harus mulai memperluas jangkauan pasar melalui peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran digital, hingga kolaborasi bisnis.

Melalui penguatan branding dan inovasi, produk kriya dan fashion Jawa Timur diharapkan mampu menjadi produk unggulan yang bersaing di tingkat nasional maupun global. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya