FinanSaya.com – Pemerintah mulai mempercepat strategi menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan global yang makin besar.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung bahkan mengibaratkan kebijakan fiskal sebagai “angin” dan perbankan sebagai “layar” yang harus bergerak bersama agar kapal ekonomi Indonesia tetap melaju.
Pernyataan itu disampaikan dalam acara Policy Dialogue dan Kick Off Program Percepatan Intermediasi Indonesia atau PINISI 2026 di Jakarta.
Belanja Negara Naik Drastis
Melansir dari Kementerian Keuangan melalui situs kemenkeu.go.id, Juda mengungkapkan belanja APBN pada Triwulan I 2026 tumbuh sangat tinggi.
Pertumbuhan belanja negara tercatat mencapai 31,4 persen secara tahunan atau jauh lebih besar dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya sekitar 1,4 persen.
Menurut Juda, hingga Triwulan I 2026 realisasi belanja negara sudah mencapai 21,2 persen dari total pagu APBN.
Pemerintah sengaja mengubah pola pengeluaran agar belanja tidak lagi menumpuk di akhir tahun seperti sebelumnya.
Tujuannya agar dampak pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat dirasakan masyarakat.
Pajak Tumbuh 20 Persen
Dari sisi penerimaan negara, pemerintah juga mencatat pertumbuhan pajak yang cukup tinggi.
Juda mengatakan penerimaan pajak tumbuh sekitar 20,7 persen secara year to date.
Kenaikan terbesar berasal dari PPN dan PPNBM yang melonjak hingga 57,7 persen.
Menurut pemerintah, angka tersebut menjadi tanda aktivitas konsumsi masyarakat dan transaksi dunia usaha masih cukup kuat.
Pemerintah Janji BBM Subsidi Tak Naik
Di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia yang sempat menyentuh 100 dolar AS per barel, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap dijaga.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat agar tidak semakin tertekan.
Namun untuk menjaga defisit APBN tetap aman di bawah 3 persen, pemerintah mulai melakukan berbagai efisiensi anggaran.
Program MBG Mulai Dipangkas
Salah satu langkah efisiensi dilakukan pada program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Pemerintah kini mengurangi distribusi makanan pada hari Sabtu dan masa libur sekolah.
Menurut Juda, efisiensi satu hari program MBG saja bisa menghemat anggaran hingga Rp1 triliun.
Selain itu, pemerintah juga mulai mengoptimalkan sistem coretax dan memanfaatkan windfall pajak dari sektor batubara dan CPO.
Pemerintah Siapkan 8 Klaster Prioritas
Dalam program pembangunan nasional, pemerintah kini juga menyiapkan delapan klaster prioritas.
Beberapa sektor utama yang menjadi fokus antara lain:
- kedaulatan pangan
- hilirisasi industri strategis
- semikonduktor
- motor nasional
- energi B50 dan bioetanol B20
Pemerintah juga mendorong kerja sama pembiayaan antara APBN, Danantara, dan sektor swasta agar pembangunan bisa berjalan lebih cepat.
Menutup paparannya, Juda kembali menegaskan filosofi program PINISI sebagai simbol kapal yang sedang berlayar menuju tujuan besar ekonomi Indonesia.
Menurutnya, ekonomi nasional tidak bisa bergerak sendiri dan membutuhkan kerja sama lintas sektor agar tetap kuat menghadapi tekanan global. (Sol)




