Parkir Tunjungan Romansa Kini Pakai Gate, Ini Harganya

|

1 Views
Parkir Tunjungan Romansa Kini Pakai Gate, Ini Harganya

FinanSaya.com – Pemerintah Kota Surabaya mulai menerapkan sistem baru untuk parkir Tunjungan Romansa di Jalan Tanjung Anom. Sejak Jumat (14/8/2026), kawasan tersebut dilengkapi mesin karcis dan portal otomatis.

Dinas Perhubungan Surabaya mulai memberlakukan sistem itu pada pukul 15.15 WIB. Seluruh pembayaran parkir dilakukan secara non-tunai.

Penataan ini dilakukan agar kendaraan di kawasan parkir Tunjungan Romansa lebih tertib. Pemkot juga ingin memberi pengalaman parkir yang lebih nyaman bagi pengunjung.

Kepala Dishub Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan akses kendaraan turut diperbaiki agar mobilitas keluar masuk area parkir lebih mudah.

Parkir Tunjungan Romansa Mulai Non Tunai

Dalam sistem baru ini, pembayaran dilakukan melalui gate parkir. Pengguna dapat membayar secara cashless memakai QRIS atau kartu uang elektronik seperti e-money dan e-Toll.

Dishub juga tetap melibatkan juru parkir Tunjungan Romansa yang sebelumnya bertugas di kawasan tersebut. Sebanyak 14 jukir telah disosialisasi dan diarahkan untuk membantu penataan kendaraan.

“Alhamdulillah petugas parkir itu mau menggunakan pola kami untuk dijadikan satu menjadi gate parkir. Nantinya, bagi hasilnya tetap, jadi mereka hanya menata kendaraan, semua pembayaran ada di gate ini,” kata Trio.

Dengan skema tersebut, peran jukir tidak dihilangkan. Mereka tetap membantu mengatur kendaraan, sedangkan transaksi pembayaran berpindah ke sistem gate.

Bagi Hasil Tetap untuk Jukir

Trio menjelaskan pembayaran non-tunai akan dikumpulkan terlebih dahulu sebelum dilakukan pembagian hasil. Skema bagi hasil yang disiapkan adalah 60-40.

“Pembayarannya non tunai, nantinya kalau terkumpul itu baru kami bagi hasil 60-40. Para jukir ini menginginkan dua minggu sekali bagi hasilnya itu diberikan,” terangnya.

Pola ini menjadi bagian dari upaya menata parkir Tunjungan Romansa tanpa memutus penghidupan jukir yang sudah bertugas di lokasi.

Di sisi lain, sistem pembayaran digital diharapkan membuat arus pembayaran lebih tertib. Nominal transaksi dapat tercatat melalui sistem, sementara pengunjung tidak perlu membayar tunai kepada petugas.

Warga Tanjung Anom Tetap Gratis

Meski Jalan Tanjung Anom menjadi kawasan parkir Tunjungan Romansa, akses warga sekitar tetap dijamin. Dishub mencatat ada sekitar 500 warga yang nantinya mendapat kartu identitas khusus.

Kartu tersebut digunakan agar warga bisa keluar masuk kawasan tanpa dikenakan tarif parkir.

“Ada warga di Tanjung Anom ini sejumlah 500, nantinya kami akan berikan ID card (kartu). Ini hanya sementara, nantinya kita akan bentuk lagi menjadi RFID (radio frequency identification), nanti ada informasi kendaraan yang dimiliki warga. Jadi nanti kalau warga Tanjung Anom keluar masuk silakan tunjukkan ini (ID card) supaya gratis,” paparnya.

Penerapan ID card tersebut bersifat sementara sebelum sistem Radio Frequency Identification atau RFID disiapkan. Nantinya, RFID akan memuat informasi kendaraan milik warga.

Kepala Dishub Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo menunjukkan karcis parkir khusus Tunjungan Romansa

Pengantar Siswa dan Jemaat Dikecualikan

Dishub juga memberikan pengecualian bagi pengantar siswa SMP Negeri 4 Surabaya. Mereka tidak dikenakan tarif selama hanya mengantar atau menjemput dan tidak memarkirkan kendaraan terlalu lama.

“Mengantar anak sekolah kami batasi 15-30 menit, kalau ditunggu lebih dari satu jam ya mohon maaf pasti akan terkena (tarif). Makanya kami seringkali sosialisasikan kepada pengantar atau wali murid untuk menjemput on time,” jelasnya.

Selain sekolah, ada gereja di kawasan tersebut. Dishub memastikan masyarakat yang datang untuk beribadah tidak dikenakan tarif parkir.

Baca Juga: Parkir Elektronik Surabaya Tarif Rp810 Jelang HUT RI

Pengecualian juga diberikan kepada pengemudi ojek online, taksi online, dan taksi konvensional yang hanya mengantar atau menjemput penumpang. Mereka tidak dikenakan retribusi selama tidak berada di kawasan tersebut lebih dari 10 menit.

“Sudah sosialisasi juga dengan warga, mereka tidak keberatan. Begitu juga dengan (jemaat) yang di gereja juga, kalau itu bersifat ibadah silakan, kami akan berlakukan free,” sebutnya.

Tarif Sementara Masih Rp2000 dan Rp5000

Untuk sementara, tarif parkir di Jalan Tanjung Anom masih Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp5.000 untuk kendaraan roda empat.

Namun, Dishub Surabaya berencana menerapkan tarif kawasan wisata dengan dasar Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Jika tarif kawasan wisata diterapkan, parkir roda dua menjadi Rp5.000 dan roda empat menjadi Rp10.000.

“Nantinya Perda 7 Tahun 2023 ini sebagai dasar, kami akan menerapkan retribusi parkir roda dua sebesar Rp5.000, roda empatnya sebesar Rp10.000. Karena Jalan Tunjungan ini merupakan tempat wisata yang banyak dikenal sebagai Tunjungan Romansa. Tapi kami akan melakukan sosialisasi dulu kepada pemilik-pemilik tenant di toko-toko ini,” ujarnya.

Sebelum tarif baru berlaku, Dishub memastikan sosialisasi akan dilakukan kepada masyarakat dan pelaku usaha di kawasan tersebut.

Jadi Pilot Project Parkir Kawasan

Penerapan sistem parkir Tunjungan Romansa di Jalan Tanjung Anom menjadi proyek percontohan Pemkot Surabaya.

Jika berjalan baik, sistem serupa dapat dikembangkan di kawasan lain. Salah satu lokasi yang dipertimbangkan berikutnya adalah kawasan Taman Bungkul.

“Ini adalah pilot project dan percontohan yang akan menjadi panduan kami dalam penanganan parkir supaya semuanya itu tertangani tertib administrasi serta pemakaian atau pembayaran non tunainya bisa terwujud. Berikutnya mungkin di kawasan Taman Bungkul,” pungkasnya.

Mulai 14 Agustus 2026 pukul 15.15 WIB, parkir Tunjungan Romansa di Jalan Tanjung Anom memakai mesin karcis, portal otomatis, pembayaran non-tunai, serta tetap melibatkan 14 jukir dalam penataan kendaraan. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya