APBD Surabaya 2027 Diproyeksi Capai Rp 15 Triliun

|

1 Views
APBD Surabaya 2027 Diproyeksi Capai Rp 15 Triliun

FinanSaya.com – Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan anggaran lebih dari Rp1 triliun untuk menangani genangan pada 2027. Alokasi tersebut menjadi salah satu prioritas dalam rancangan APBD Surabaya 2027.

Sekitar 200 titik genangan diproyeksikan menjadi sasaran intervensi. Titik-titik itu merupakan bagian dari ratusan lokasi yang masih menjadi perhatian Pemkot Surabaya.

Rencana tersebut masuk dalam Rancangan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Tahun Anggaran 2027 yang telah disepakati Pemkot Surabaya bersama DPRD Kota Surabaya.

Rancangan Nota Kesepakatan KUA-PPAS ditandatangani Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama pimpinan DPRD dalam rapat paripurna persetujuan bersama di Gedung DPRD Kota Surabaya, Jumat (14/8/2026).

APBD Surabaya 2027 Diproyeksi Rp15 Triliun

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan proyeksi APBD Surabaya 2027 berada di kisaran Rp15 triliun. Namun, angka tersebut masih menunggu kepastian Transfer ke Daerah dan Dana Bagi Hasil dari pemerintah pusat.

“Jadi kita masih merencanakan dengan kembalinya TKD, termasuk dengan Dana Bagi Hasil yang akan diturunkan tahun ini. Jadi kita menghitung dengan tahun yang ini, sekaligus dengan perhitungan sebelumnya, maka kita sekitar Rp15 T-an,” ujar Wali Kota Eri usai rapat paripurna.

Dengan posisi tersebut, angka dalam rancangan anggaran masih dapat bergerak mengikuti kepastian transfer dari pusat. Namun, arah belanja prioritas sudah mulai ditetapkan.

Eri menyebut Pemkot Surabaya akan memusatkan anggaran pada kebutuhan yang dinilai paling mendesak dan dapat diukur dampaknya.

Genangan Jalan dan PJU Jadi Prioritas

Dalam rancangan APBD Surabaya 2027, Pemkot menempatkan tiga urusan sebagai fokus utama. Ketiganya adalah pengaspalan jalan, Penerangan Jalan Umum, dan penanganan genangan.

“Jadi APBD Surabaya 2027 pertama terkait pengaspalan jalan. Yang kedua terkait penerangan jalan umum. Yang ketiga, (penanganan) genangan air. Jadi prioritas kita itu, maka kita lakukan hal itu,” ujarnya.

Menurut Eri, pemusatan anggaran dibutuhkan agar penanganan persoalan kota dapat dilakukan lebih optimal. Pemkot tidak ingin anggaran tersebar terlalu tipis sehingga hasilnya sulit diukur.

“Maka yang satu genangan, yang kedua adalah pengaspalan jalan. Setelah itu baru titik yang (lainnya) berjalan,” katanya.

Dengan pola itu, program infrastruktur dasar tetap menjadi perhatian utama pada tahun anggaran 2027. Penanganan genangan diposisikan berdampingan dengan perbaikan jalan dan PJU.

Sekitar 200 Titik Genangan Disasar

Khusus penanganan genangan, Pemkot Surabaya memperkirakan sekitar 200 titik akan disentuh pada 2027.

Eri menjelaskan jumlah titik genangan di Surabaya telah turun dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sekitar 700 titik, jumlahnya kini berada di kisaran 400 titik.

“Kita itu ada penurunan ada sekitar 200 titik. 200 titik itu tempat genangan air, tapi kalau ngomong (bicara) titiknya, lebih dari 450,” ujarnya.

“Jadi dari tahun sebelumnya 700 (titik), turun jadi 400 titik. Jadi 200 titik perkiraan kita yang akan kita sentuh,” kata Cak Eri, sapaan Wali Kota Surabaya.

Pernyataan itu menunjukkan Pemkot tidak menargetkan seluruh titik sekaligus pada 2027. Intervensi akan dipilih berdasarkan prioritas dan efektivitas penanganan.

Baca Juga: Pasar Murah Serentak, Surabaya Sediakan Beras dan Minyak

Anggaran Genangan Lebih Rp1 Triliun

Untuk menangani genangan, Pemkot Surabaya menyiapkan anggaran lebih dari Rp1 triliun dari APBD Surabaya 2027. Nilai tersebut akan diarahkan ke titik-titik yang disepakati dalam pembahasan lanjutan.

“Insyaallah Rp1 triliun lebih. Jadi ada titik-titiknya nanti kita sepakati. Tidak bisa menyentuh semuanya, maka kita pastikan genangan airnya itu di mana, titik yang berkurang mana saja,” ujar Cak Eri.

Penetapan lokasi menjadi bagian penting karena hasil penanganan harus dapat dievaluasi. Pemkot ingin memastikan intervensi benar-benar membuat titik genangan berkurang.

“Maka harus kita tentukan titik-titiknya, sehingga nanti ke depannya ada evaluasi benar enggak titik itu terlepas dari titik ada genangan atau tidak,” ujarnya.

Simo Kalangan hingga Tenggilis Masuk Perhatian

Sejumlah kawasan disebut menjadi perhatian dalam rencana penanganan genangan pada 2027. Di antaranya Simo Kalangan, Tanjungsari, Margorejo, Jemursari, dan Medokan Semampir.

Kawasan sekitar Jalan Raya Tenggilis Mejoyo atau sekitar SMA Negeri 14 Surabaya juga masuk dalam daftar perhatian.

Lokasi-lokasi tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan titik intervensi. Pemkot masih perlu menetapkan titik secara spesifik agar anggaran dapat diarahkan sesuai kebutuhan lapangan.

JLLB Tetap Berlanjut

Selain genangan, peningkatan infrastruktur jalan juga masuk dalam rencana pembangunan Surabaya pada 2027. Salah satunya kelanjutan Jalan Lingkar Luar Barat.

“JLLB ada yang kita tembuskan jalan,” pungkasnya.

Kelanjutan JLLB menunjukkan pembangunan konektivitas jalan tetap berjalan di tengah fokus anggaran untuk genangan, pengaspalan, dan PJU.

Dalam rancangan APBD Surabaya 2027, Pemkot Surabaya memproyeksikan anggaran sekitar Rp15 triliun, menyiapkan lebih dari Rp1 triliun untuk genangan, dan menargetkan sekitar 200 titik sebagai sasaran intervensi. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya