Bursa BitMEX Tutup Permanen September 2026

|

4 Views
Bursa BitMEX Tutup Permanen September 2026

FinanSaya.com – Bursa derivatif kripto BitMEX akan menghentikan seluruh layanan perdagangan pada 23 September 2026 pukul 04.00 UTC atau 11.00 WIB. Keputusan bursa BitMEX tutup diumumkan perusahaan pada Kamis, 23 Juli 2026.

Bursa BitMEX tutup ini menandai akhir perjalanan salah satu pelopor perdagangan derivatif aset digital setelah beroperasi lebih dari 11 tahun. BitMEX dikenal sebagai salah satu platform yang memopulerkan perdagangan perpetual swap dengan leverage tinggi.

Perusahaan menyatakan pendaftaran akun baru telah dihentikan sejak pengumuman diterbitkan. Keputusan penutupan diambil Dewan Direksi HDR Global Trading Limited, pemilik sekaligus operator BitMEX, setelah melakukan peninjauan strategis terhadap kondisi bisnis dan industri kripto.

BitMEX tidak mengungkapkan secara terperinci faktor keuangan atau alasan tunggal yang menjadi penyebab penghentian layanan.

Bursa BitMEX Tutup tapi Operasional Masih Berjalan

Meski bursa BitMEX tutup permanen pada September, perdagangan tidak langsung dihentikan. Platform masih beroperasi selama masa transisi agar pengguna memiliki waktu menutup posisi dan menarik aset.

Perusahaan meminta pengguna menutup seluruh posisi terbuka dan melakukan penarikan dana sesegera mungkin. BitMEX mengimbau pengguna tidak menunggu hingga batas akhir karena proses penarikan bisa mengalami antrean atau keterlambatan.

Mulai 26 Agustus 2026 pukul 04.00 UTC, BitMEX akan menerapkan pembatasan risiko. Setelah waktu tersebut, pengguna tidak lagi dapat membuka posisi baru.

Pengguna hanya dapat mengurangi atau menutup posisi yang sudah ada. Saat bursa BitMEX tutup, perusahaan juga akan mulai menutup paksa posisi secara bertahap untuk memastikan penghentian pasar berlangsung tertib.

Posisi Terbuka Akan Ditutup Paksa

Setiap posisi yang masih terbuka pada waktu penutupan akan langsung ditutup paksa sebelum bursa BitMEX tutup. Perusahaan juga menyatakan kontrak dengan likuiditas terbatas dapat diselesaikan lebih awal.

Penyelesaian lebih awal tersebut akan mengikuti prosedur yang selama ini digunakan BitMEX. Karena itu, pengguna diminta memahami risiko perdagangan sebelum masa pembatasan berlaku.

BitMEX memperingatkan pengguna menanggung risiko kerugian apabila tidak menutup posisi sebelum pembatasan diterapkan. Risiko itu dapat muncul karena harga bergerak, likuiditas menurun, atau posisi ditutup dalam kondisi yang tidak diinginkan pengguna.

Dengan jadwal tersebut, fase paling penting bagi trader BitMEX dimulai sebelum 26 Agustus 2026. Setelah tanggal itu, ruang gerak pengguna semakin terbatas karena transaksi baru sudah tidak dapat dibuka.

Aset Masih Bisa Diakses Setelah Penutupan

Tanggal 23 September 2026 tidak berarti aset pengguna langsung tidak bisa diakses. BitMEX menyatakan pengguna tetap dapat masuk ke akun setelah layanan perdagangan berakhir.

Akses akun hanya tersedia untuk memeriksa saldo dompet, melihat riwayat transaksi, dan mengajukan penarikan dana. Fitur perdagangan tidak lagi tersedia setelah layanan dihentikan.

Baca Juga: Koin ZEC Ambruk, Arthur Hayes ‘Gercep’ Buang Semua

Namun, BitMEX tetap mendorong pengguna menarik aset sebelum penutupan. Permintaan penarikan dapat menjalani pemeriksaan tambahan dan berpotensi tertunda akibat kondisi jaringan blockchain.

Perusahaan menyatakan seluruh aset masih melebihi kewajiban berdasarkan laporan Proof of Reserves and Liabilities. Pengguna diminta tidak panik, tetapi juga tidak menunda penarikan hingga saat terakhir.

Biaya Akun Berlaku Setelah Tenggat

Pengguna yang sudah menyelesaikan Know Your Customer atau KYC tetapi belum menarik aset setelah waktu penutupan akan dikenai biaya akun. Besarannya setara US$50 atau 1 persen per tahun dari saldo tersisa, mana yang lebih besar.

Biaya tersebut akan dibebankan setiap bulan. Kebijakan ini menjadi alasan tambahan bagi pengguna untuk segera menyelesaikan penarikan aset sebelum masa perdagangan berakhir.

BitMEX juga telah membuka seluruh token BMEX yang sebelumnya dikunci melalui layanan staking. Token tersebut dikembalikan ke akun masing-masing pemilik.

Di tengah kabar bursa BitMEX tutup, perusahaan turut mengingatkan pengguna agar mewaspadai phishing dan penipuan. Pelaku dapat memanfaatkan situasi dengan menawarkan layanan penarikan prioritas atau pencairan yang diklaim lebih cepat.

BitMEX menegaskan tidak menyediakan layanan khusus seperti itu. Pengguna diminta hanya memakai kanal resmi perusahaan untuk mengakses akun dan menarik aset.

BitMEX Pernah Dominan di Derivatif Kripto

BitMEX berdiri pada 2014 dan didirikan oleh Arthur Hayes, Benjamin Delo, serta Samuel Reed. Platform ini menjadi salah satu nama besar dalam sejarah awal perdagangan derivatif kripto.

Produk perpetual swap dengan leverage tinggi yang dipopulerkan BitMEX kemudian menjadi instrumen utama di pasar derivatif aset digital. Model tersebut juga diadopsi oleh banyak bursa kripto lain.

Perjalanan BitMEX juga pernah dibayangi persoalan hukum di Amerika Serikat. Pada Oktober 2020, otoritas AS mendakwa Hayes, Delo, Reed, dan Gregory Dwyer terkait kegagalan menjalankan program anti-pencucian uang yang memadai.

Para pendiri kemudian mengaku bersalah atas pelanggaran Bank Secrecy Act pada 2022. Meski kasus lama itu menjadi bagian penting dalam sejarah perusahaan, BitMEX tidak menyebutnya sebagai alasan langsung penutupan terbaru.

Dengan bursa BitMEX tutup, fokus pengguna kini berada pada penutupan posisi, penarikan aset, dan kewaspadaan terhadap penipuan sebelum batas akhir perdagangan pada 23 September 2026 pukul 04.00 UTC. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya