Harga Minyak Goreng Surabaya Hari Ini

|

3 Views
Harga Minyak Goreng Surabaya Hari Ini

FinanSaya.com – Harga minyak goreng kemasan premium di sejumlah pasar tradisional Kota Surabaya turun pada Senin, 13 Juli 2026. Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok Jawa Timur atau Siskaperbapo Jatim, harga rata-rata minyak goreng kemasan premium berada di Rp17.500 per liter.

Sehari sebelumnya, harga minyak goreng tersebut masih tercatat Rp18.250 per liter. Dengan perubahan itu, minyak goreng kemasan premium turun Rp750 per liter atau sekitar 4,11 persen.

Penurunan ini menjadi salah satu perubahan harga paling menonjol dalam pemantauan bahan pokok di tingkat konsumen Surabaya. Data dihimpun dari lima pasar tradisional, yakni Pasar Keputran, Pasar Wonokromo, Pasar Pucang Anom, Pasar Tambahrejo, dan Pasar Genteng.

Harga Minyak Goreng Premium Turun

Pergerakan harga minyak goreng di Surabaya tidak seragam antarjenis produk. Minyak goreng curah juga turun, tetapi penurunannya lebih kecil dibandingkan kemasan premium.

Harga minyak goreng curah tercatat turun dari Rp21.333 menjadi Rp21.200 per kilogram. Secara nominal, penurunan tersebut sebesar Rp133 per kilogram atau 0,62 persen.

Sementara itu, harga minyak goreng untuk Minyakita tidak berubah. Produk minyak goreng rakyat tersebut tetap berada di Rp16.020 per liter, sama seperti posisi sehari sebelumnya.

Perbandingan harga antara minyak goreng curah, kemasan premium, dan Minyakita perlu membaca satuan data. Minyak goreng curah dicatat dalam kilogram, sedangkan kemasan premium dan Minyakita dicatat dalam liter.

Beras dan Gula Masih Naik

Di luar harga minyak goreng, sejumlah bahan pokok lain bergerak naik. Harga beras premium naik dari Rp15.583 menjadi Rp15.700 per kilogram, atau meningkat 0,75 persen.

Beras medium juga naik dari Rp12.666 menjadi Rp12.800 per kilogram. Kenaikannya setara 1,05 persen secara harian.

Harga gula kristal putih ikut meningkat. Komoditas tersebut naik dari Rp17.583 menjadi Rp17.700 per kilogram, atau bertambah Rp117 per kilogram.

Pergerakan ini menunjukkan belanja pangan rumah tangga belum sepenuhnya lebih ringan meski sebagian komoditas turun. Penurunan harga minyak goreng premium terjadi bersamaan dengan kenaikan beras, gula, bawang, telur ayam ras, dan kedelai impor.

Daging Ayam dan Cabai Melemah

Tidak hanya harga minyak goreng premium, beberapa komoditas protein hewani bergerak turun. Harga daging sapi paha belakang turun dari Rp121.389 menjadi Rp119.666 per kilogram, atau melemah 1,42 persen.

Harga daging ayam ras turun dari Rp33.500 menjadi Rp33.200 per kilogram. Ayam kampung juga turun dari Rp64.166 menjadi Rp63.000 per ekor, atau berkurang 1,82 persen.

Baca Juga: Gerakan Pasar Murah di Kedung Cowek Libatkan UMKM

Pada kelompok telur, arah pergerakan berbeda. Telur ayam ras naik tipis dari Rp24.583 menjadi Rp24.700 per kilogram. Sebaliknya, telur ayam kampung turun dari Rp46.666 menjadi Rp46.400 per kilogram.

Kelompok cabai kompak turun. Cabai merah keriting melemah dari Rp36.833 menjadi Rp35.800 per kilogram. Cabai merah besar turun dari Rp31.333 menjadi Rp31.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah turun dari Rp40.666 menjadi Rp39.800 per kilogram.

Bawang dan Kedelai Impor Naik

Berbeda dari cabai, harga bawang justru meningkat. Bawang merah naik Rp600 dari Rp36.000 menjadi Rp36.600 per kilogram.

Bawang putih jenis Sinco atau Honan juga naik dari Rp35.666 menjadi Rp35.800 per kilogram. Kenaikan ini membuat kelompok bumbu dapur bergerak tidak searah.

Harga kedelai impor naik dari Rp15.833 menjadi Rp16.200 per kilogram, atau meningkat 2,32 persen. Sementara itu, kedelai lokal tidak berubah dan tetap berada di Rp15.000 per kilogram.

Pada komoditas lain, tepung terigu protein sedang kemasan turun tipis dari Rp12.416 menjadi Rp12.400 per kilogram. Mi instan rasa kari ayam juga turun dari Rp3.166 menjadi Rp3.120 per bungkus.

Harga kacang hijau turun Rp1.000 menjadi Rp27.000 per kilogram. Sebaliknya, kacang tanah naik Rp600 menjadi Rp32.600 per kilogram.

Sayuran dan Ikan Banyak Turun

Kelompok sayuran cenderung melemah. Tomat merah mencatat penurunan terdalam, yakni 5,26 persen, dari Rp12.666 menjadi Rp12.000 per kilogram.

Kentang turun dari Rp15.500 menjadi Rp14.800 per kilogram. Wortel turun menjadi Rp15.000 per kilogram, sedangkan buncis turun menjadi Rp13.000 per kilogram.

Penurunan lebih besar terjadi pada beberapa jenis ikan segar. Ikan kembung turun Rp10.000 dari Rp60.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.

Ikan tuna turun dari Rp50.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Ikan bandeng turun menjadi Rp41.000 per kilogram, sedangkan ikan tongkol turun dari Rp41.166 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Dengan data harian tersebut, harga minyak goreng kemasan premium di Surabaya tercatat Rp17.500 per liter, minyak goreng curah Rp21.200 per kilogram, dan Minyakita tetap Rp16.020 per liter pada Senin, 13 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya