7380 Siswa Lolos Beasiswa Pemuda Tangguh di Surabaya

|

6 Views
7380 Siswa Lolos Beasiswa Pemuda Tangguh di Surabaya

FinanSaya.com – Pemerintah Kota Surabaya mengubah mekanisme penyaluran Beasiswa Pemuda Tangguh jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat pada tahun ajaran 2026/2027. Bantuan pendidikan kini disalurkan melalui sekolah dengan mekanisme bantuan sosial atau bansos.

Perubahan skema Beasiswa Pemuda Tangguh dilakukan agar dana bantuan lebih terkontrol dan benar-benar digunakan untuk kebutuhan pendidikan. Pemkot Surabaya ingin memastikan bantuan diterima siswa yang memenuhi kriteria serta dipakai untuk menunjang biaya sekolah.

Program tersebut saat ini masuk tahap daftar ulang calon penerima. Proses daftar ulang difasilitasi Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat atau Bapemkesra Pemkot Surabaya.

Dari 8.469 pendaftar, sebanyak 7.380 siswa dinyatakan lolos setelah melalui proses verifikasi dan validasi sesuai ketentuan.

Beasiswa Pemuda Tangguh Diprioritaskan untuk Keluarga Rentan

Kepala Bapemkesra Pemkot Surabaya Arief Boediarto mengatakan penerima bantuan telah diseleksi melalui sistem. Pemkot menempatkan keluarga miskin, pramiskin, serta anak yatim dan piatu sebagai kelompok prioritas.

“Kami memastikan penerima bantuan merupakan warga yang benar-benar berhak, yaitu dari keluarga miskin, pramiskin, serta anak yatim dan piatu. Seluruh pendaftar sudah diverifikasi melalui sistem sehingga bantuan ini tepat sasaran,” kata Arief di Gelanggang Remaja, Rabu (8/7/2026).

Arief menjelaskan penerima Beasiswa Pemuda Tangguh diprioritaskan bagi siswa dari keluarga miskin, keluarga prasejahtera, anak yatim atau piatu, serta masyarakat pada kelompok desil kesejahteraan terendah.

Ketentuan itu mengacu pada Peraturan Wali Kota Nomor 80 Tahun 2025. Pemkot berharap bantuan pendidikan dapat mengurangi beban ekonomi keluarga rentan dan mencegah anak putus sekolah.

“Pemkot Surabaya berharap bantuan pendidikan dapat mengurangi beban ekonomi keluarga rentan, mencegah anak putus sekolah, sekaligus memastikan setiap rupiah bantuan benar-benar digunakan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan para siswa hingga lulus,” jelasnya.

Dana Tidak Lagi Ditransfer ke Rekening Siswa

Ketua Tim Kerja Kesejahteraan Rakyat Bapemkesra Pemkot Surabaya Efi Zuliati mengatakan perubahan terbesar tahun ini ada pada mekanisme penyaluran. Jika sebelumnya dana ditransfer langsung ke rekening siswa, kini bantuan disalurkan melalui sekolah.

“Kami melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya. Masih ditemukan bantuan yang sudah diterima siswa, tetapi belum digunakan untuk memenuhi kewajiban pembayaran di sekolah. Karena itu, tahun ini dana disalurkan melalui sekolah agar benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan,” ujar Efi.

Dengan pola baru tersebut, sekolah menjadi kanal penyaluran bantuan biaya pendidikan. Pemkot menilai mekanisme ini dapat memperkuat pengawasan penggunaan dana, terutama untuk pembayaran kebutuhan yang berkaitan langsung dengan proses belajar.

Baca Juga: Akselerasi Pengentasan Kemiskinan, Ini Strategi Eri

Bantuan Naik Jadi Rp350 Ribu per Bulan

Selain mengubah mekanisme penyaluran, Pemkot Surabaya juga menaikkan besaran bantuan. Nilai Beasiswa Pemuda Tangguh naik dari Rp320 ribu menjadi Rp350 ribu per bulan.

Dana tersebut diberikan kepada siswa SMA, SMK, dan MA swasta. Bantuan dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan pendidikan seperti SPP, Lembar Kerja Siswa atau LKS, hingga biaya praktik.

Efi menjelaskan siswa sekolah negeri tidak menerima bantuan biaya pendidikan karena tidak lagi dikenakan SPP. Namun, penerima baru dari sekolah negeri maupun swasta tetap memperoleh bantuan perlengkapan sekolah satu kali pada awal mengikuti program.

“Sedangkan untuk siswa sekolah negeri tidak menerima bantuan biaya pendidikan karena tidak lagi dikenakan SPP. Meski demikian, seluruh penerima baru, baik dari sekolah negeri maupun swasta, tetap memperoleh bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam putih abu-abu, seragam pramuka, sepatu, serta kaus kaki hitam dan putih yang diberikan satu kali pada awal menerima program,” jelasnya.

Tidak Semua Pendaftar Lolos Seleksi

Pemkot Surabaya menyatakan tidak seluruh pendaftar Beasiswa Pemuda Tangguh dinyatakan lolos. Seleksi dilakukan secara ketat berdasarkan data dan ketentuan program.

Sebagian peserta Beasiswa Pemuda Tangguh gugur karena pernah menerima bantuan serupa. Ada pula pendaftar yang tidak lagi berstatus sebagai siswa aktif, tidak masuk kelompok desil prioritas, memiliki data administrasi belum lengkap, atau berdomisili di luar Kota Surabaya.

Proses daftar ulang penerima bantuan berlangsung pada 6–10 Juli 2026. Bapemkesra membuka dua sesi pelayanan setiap hari untuk mengatur antrean peserta.

“Proses daftar ulang penerima bantuan berlangsung pada 6–10 Juli 2026 dengan dua sesi pelayanan setiap hari. Dalam sehari, Bapemkesra melayani sekitar 1.300 hingga 1.400 peserta untuk memastikan seluruh proses administrasi berjalan lancar,” pungkasnya. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya