FinanSaya.com – Pemerintah Kota Surabaya mengajak masyarakat dan wisatawan menikmati kemeriahan HJKS 733 Surabaya tahun 2026. Bukan hanya festival budaya dan hiburan, perayaan kali ini juga membawa wisata belanja hingga penguatan medical tourism.
Menariknya, HJKS tahun ini tidak sekadar acara seremonial.
Pemkot ingin membuat wisatawan datang, belanja, menginap, mencoba kuliner, memakai layanan kesehatan, dan tinggal lebih lama di Kota Pahlawan.
HJKS 733 Surabaya Diisi Banyak Agenda
Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Surabaya, Farah Andita Ramdhani, mengatakan bulan Mei menjadi waktu terbaik untuk berkunjung ke Surabaya.
Sepanjang bulan, berbagai agenda besar digelar hampir setiap pekan.
Mulai dari festival budaya, promosi belanja, hiburan, bazar kuliner, hingga kegiatan wisata lain yang menyasar warga lokal maupun wisatawan luar daerah.
Di sinilah Surabaya mencoba menggabungkan banyak sektor sekaligus.
Budaya jalan. Belanja bergerak. Hotel terisi. UMKM ikut mendapat ruang.

Surabaya Shopping Festival Tebar Diskon Besar
Salah satu magnet utama HJKS 733 adalah Surabaya Shopping Festival 2026.
Program ini melibatkan pusat perbelanjaan, hotel, restoran, hingga pelaku UMKM lokal. Selama Mei, pengunjung bisa menikmati diskon belanja hingga 70 persen di berbagai mal Surabaya.
Sebanyak 15 pusat belanja besar ikut ambil bagian.
Di antaranya Tunjungan Plaza, Pakuwon Mall, Galaxy Mall, Grand City, hingga Royal Plaza.
Namun, daya tariknya bukan hanya diskon.
Ada juga night shopping, cashback, buy one get one free, lucky draw, event komunitas, hingga aktivitas olahraga dan kebugaran.
Ketua Panitia SSF 2026, Hendra Lienanda, bahkan menyebut sejumlah tenant bisa memberikan diskon hingga 80 persen.
Baca Juga: Sampah Rumah Bisa Jadi Uang di Surabaya
UMKM Ikut Masuk Momentum HJKS 733
Kondisi ini juga membuka peluang bagi UMKM.
Selama rangkaian HJKS, pelaku usaha lokal mendapat ruang melalui bazar kuliner dan promosi produk. Artinya, perputaran ekonomi tidak hanya berhenti di mal besar.
UMKM juga bisa ikut mengambil bagian dari lonjakan kunjungan.
Contohnya sederhana.
Wisatawan datang untuk festival, lalu belanja di mal, makan di bazar kuliner, membeli produk lokal, dan menginap di hotel. Dari satu perjalanan, banyak sektor bisa ikut bergerak.

Surabaya Juga Dorong Wisata Medis
Namun, HJKS 733 Surabaya tidak hanya menjual hiburan dan belanja.
Pemkot juga mulai memperkuat medical tourism atau wisata medis. Wisatawan diajak memanfaatkan layanan kesehatan berkualitas di rumah sakit Surabaya yang memiliki sertifikasi layanan wisata medis.
Program ini dikembangkan bersama Dinas Kesehatan dan sejumlah rumah sakit.
Promosinya juga dilakukan melalui kerja sama dengan agen perjalanan agar bisa menjangkau wisatawan luar daerah.
Farah menyebut Surabaya ingin menunjukkan bahwa kota ini tidak hanya punya wisata dan kuliner, tetapi juga layanan kesehatan yang berkualitas.
Hotel Siapkan Fasilitas Pendukung
Sektor hotel juga mulai menyesuaikan diri.
Ketua PHRI Surabaya, Firman Sudi Permana, mengatakan sejumlah hotel menyiapkan fasilitas untuk mendukung wisatawan medis.
Mulai dari akses kursi roda, kamar khusus, hingga area parkir ambulans.
Selama HJKS ke-733, Surabaya mencoba menarik wisatawan lewat kombinasi festival, belanja, kuliner, UMKM, hotel, dan layanan kesehatan. Jika kunjungan meningkat, efek ekonominya bisa menyebar lebih luas ke pusat belanja, restoran, penginapan, transportasi, hingga pelaku usaha lokal. (Sol)




