FinanSaya.com – Tesla kembali mencuri perhatian pasar global setelah resmi memulai produksi massal Cybercab di Gigafactory Texas.
Kabar ini menjadi sorotan besar karena Cybercab bukan mobil biasa. Kendaraan ini dirancang sebagai robotaxi otonom tanpa setir dan tanpa pedal yang berjalan menggunakan sistem Full Self-Driving (FSD) berbasis AI milik Tesla.
Elon Musk bahkan membagikan ulang video Cybercab yang keluar langsung dari pabrik dan melaju otomatis dalam berbagai kondisi jalan, siang maupun malam.
Cybercab Jadi Langkah Besar Tesla
Produksi massal ini menandai perubahan penting bagi Tesla.
Sebelumnya, Cybercab masih berada pada tahap pengujian dan prototype. Namun kini Tesla mulai memproduksi kendaraan tersebut dalam jumlah besar sejak April 2026.
Produksi unit awal sebenarnya sudah dimulai sejak Februari 2026, tetapi volume manufacturing baru berjalan penuh dalam beberapa minggu terakhir.
Cybercab pertama kali diperkenalkan Tesla pada acara “We, Robot” pada Oktober 2024.
Saat itu, Tesla menggunakan 19 unit Cybercab untuk mengangkut tamu selama lebih dari tiga jam tanpa pengemudi manusia.
Tidak Ada Setir dan Pedal
Hal paling menarik dari Cybercab adalah desainnya yang benar-benar futuristik.
Mobil ini tidak memiliki setir maupun pedal karena seluruh sistem dikendalikan AI dan jaringan neural Full Self-Driving Tesla.
Cybercab juga memakai kamera di seluruh sisi kendaraan tanpa kaca spion samping seperti mobil biasa.
Untuk pengisian daya, Tesla menggunakan teknologi wireless inductive charging yang kompatibel dengan jaringan Tesla V4 Supercharger.
Performa dan Harga Cybercab
Tesla membekali Cybercab dengan motor listrik tunggal di bagian belakang.
Mobil ini diklaim mampu melaju dari 0 hingga 60 mph dalam waktu kurang dari 7 detik dengan kecepatan maksimum mencapai 100 mph.
Sementara untuk jarak tempuh, unit awal diperkirakan mampu berjalan sekitar 200 mil atau sekitar 320 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Tesla juga disebut menargetkan harga Cybercab berada di bawah US$30.000 atau sekitar Rp490 jutaan.
Dampak ke Saham TSLA
Produksi massal Cybercab langsung memicu perhatian investor.
Pasar melihat proyek robotaxi sebagai salah satu masa depan bisnis Tesla di luar penjualan mobil listrik biasa.
Meski begitu, saham Tesla atau TSLA masih berada dalam tekanan sepanjang tahun ini.
Secara year-to-date, saham TSLA tercatat turun lebih dari 16 persen dan diperdagangkan di kisaran US$373,48.
Namun banyak trader mulai berspekulasi bahwa robotaxi bisa menjadi katalis besar Tesla dalam beberapa tahun ke depan. (Sol)




