FinanSaya.com – Kondisi ekonomi Indonesia di tahun 2026 masih menunjukkan ketahanan.
Namun di balik angka pertumbuhan yang tetap positif, pelaku usaha khususnya UMKM mulai merasakan tekanan yang tidak ringan.
Komunitas Tangan Di Atas (TDA) melihat kondisi ini sebagai fase “tumbuh, tapi penuh kehati-hatian”.
Ekonomi Tumbuh, Tapi Tidak Merata
Melansir dari Kompas.com, Majelis Wali Amanah TDA Wisnu Dewobroto menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang konsumsi domestik dan investasi.
Namun di lapangan, pelaku usaha merasakan dinamika yang lebih kompleks.
Konsumsi masyarakat memang masih ada, tetapi pola belanja berubah.
Sekarang konsumen lebih selektif dan cenderung mengutamakan value for money.
Artinya, orang tetap belanja, tapi lebih berhitung.
Biaya Naik, Daya Beli Belum Pulih
Di saat konsumen makin hemat, pelaku usaha justru menghadapi kenaikan biaya operasional.
Harga bahan baku, logistik, hingga energi mengalami peningkatan.
Hal ini membuat margin usaha semakin tertekan.
Selain itu, daya beli masyarakat juga belum sepenuhnya pulih.
Kondisi ini membuat banyak pengusaha memilih menahan ekspansi bisnis.
Ketidakpastian Jadi Tantangan Besar
Selain faktor ekonomi global dan geopolitik, pengusaha juga menghadapi ketidakpastian regulasi.
Di sisi lain, akses pembiayaan juga masih menjadi kendala, terutama bagi UMKM yang belum bankable.
Karena itu, pelaku usaha berharap adanya kepastian kebijakan dan dukungan pembiayaan yang lebih luas.
Fokus Bertahan, Bukan Sekadar Tumbuh
Dalam kondisi seperti ini, banyak UMKM mengubah strategi.
Fokus utama bukan lagi ekspansi besar, tetapi menjaga stabilitas usaha. Cashflow menjadi prioritas utama agar bisnis tetap berjalan.
Selain itu, efisiensi operasional juga dilakukan untuk menekan biaya.
Beberapa pelaku usaha juga mulai menyesuaikan produk dan harga agar sesuai dengan perilaku konsumen saat ini.
Di tengah tekanan juga, muncul pola baru di kalangan pengusaha. Bukan lagi bersaing sendiri, tetapi bertumbuh bersama.
Pelaku UMKM mulai membangun kolaborasi untuk memperluas pasar dan memperkuat rantai pasok. (Sol)




