Eri Cahyadi Dinilai Berhasil Gerakkan Ekonomi Lewat Program Rumah

|

10 Views
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait tinjauan langsung rumah usulan calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya.

FinanSaya.com – Maruarar Sirait memberikan apresiasi besar kepada Eri Cahyadi setelah meninjau langsung program bantuan rumah warga di Surabaya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman atau PKP itu menilai Surabaya berhasil membangun ekosistem perumahan rakyat yang tidak hanya fokus memperbaiki rumah, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat.

Penilaian tersebut disampaikan saat meninjau rumah calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Minggu 3 Mei 2026.

Bantuan Rumah di Jatim Naik Tajam

Dalam kunjungannya, Maruarar mengungkapkan bahwa alokasi bantuan rumah di Jawa Timur tahun ini meningkat sangat besar.

Kalau sebelumnya hanya sekitar 3.000 unit, kini naik drastis menjadi 33.000 unit rumah.

Menurutnya, Surabaya menjadi salah satu motor utama karena mampu menggabungkan program perbaikan rumah dengan penguatan ekonomi keluarga.

Ekonomi Warga Juga Dibantu

Maruarar menegaskan program tersebut bukan sekadar memperbaiki atap bocor atau WC rusak.

Pemerintah juga mendorong akses pembiayaan murah lewat program KUR Perumahan bersama Bank BTN dan PNM Mekaar.

Bunganya disebut sangat ringan, hanya sekitar 0,5 persen per bulan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada rentenir.

Menurutnya, langkah ini penting supaya keluarga berpenghasilan kecil tetap bisa memperbaiki kondisi ekonomi dan tempat tinggal secara bersamaan.

Program perbaikan rumah ini juga disebut memiliki dampak ekonomi yang sangat besar.

Dari total 33.000 rumah yang dibantu, pemerintah memperkirakan program tersebut bisa menyerap sekitar 99.000 tenaga kerja.

Belum termasuk pengemudi logistik, tukang bangunan, pemilik toko material, hingga warung makan di sekitar proyek.

Karena saat proyek berjalan, perputaran uang otomatis ikut meningkat di lingkungan sekitar.

Eri Cahyadi Andalkan Gotong Royong

Sementara itu, Eri Cahyadi mengatakan keberhasilan program Rutilahu di Surabaya berasal dari konsep gotong royong lewat program Kampung Pancasila.

Menurutnya, kemampuan APBD Surabaya sebenarnya hanya cukup memperbaiki sekitar 2.400 rumah per tahun.

Namun berkat bantuan kementerian dan pengembang swasta, jumlahnya tahun ini diperkirakan bisa naik hingga 4.000 rumah.

Beberapa pengembang besar seperti Pakuwon Group dan Ciputra Group juga disebut ikut membantu program tersebut.

Rusunami untuk Anak Muda Mulai Dibahas

Selain rumah tidak layak huni, pemerintah juga mulai membahas pengembangan rumah susun milik atau rusunami bagi generasi muda Surabaya.

Eri mengakui lahan rumah subsidi tapak di tengah kota sudah semakin sulit ditemukan.

Karena itu pengembangan rumah subsidi nantinya akan diarahkan ke wilayah Surabaya Raya, sementara di dalam kota fokus pada pembangunan rusunami. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya