FinanSaya.com – Istilah FOMO sekarang makin sering muncul di dunia investasi, terutama saat pasar saham atau kripto sedang ramai naik.
FOMO sendiri adalah singkatan dari Fear of Missing Out, yaitu rasa takut ketinggalan peluang keuntungan.
Biasanya kondisi ini muncul ketika seseorang melihat orang lain cuan besar lalu merasa harus ikut masuk secepat mungkin.
Akibatnya, banyak investor membeli aset tanpa berpikir panjang hanya karena takut terlambat.
Banyak Orang Masuk Market Karena Ikut-ikutan
Fenomena FOMO sering terlihat saat harga saham atau kripto naik tajam dan ramai dibahas di media sosial.
Misalnya ada koin kripto yang naik 100 persen dalam beberapa hari. Lalu muncul banyak postingan tentang orang yang mendadak untung besar.
Melihat hal itu, banyak orang langsung tergoda membeli tanpa benar-benar memahami aset yang dibeli.
Padahal sering kali saat investor pemula masuk karena FOMO, harga justru sudah terlalu tinggi.
Akibatnya ketika market mulai turun, mereka terjebak rugi atau nyangkut di harga atas.
FOMO Bisa Bikin Keputusan Jadi Emosional
Dalam investasi, keputusan yang terlalu dipengaruhi emosi biasanya sangat berbahaya.
Saat FOMO muncul, orang cenderung:
- terburu-buru membeli
- mengabaikan risiko
- tidak melakukan riset
- ikut tren tanpa strategi jelas
Karena fokus utama mereka hanya satu, yaitu takut kehilangan peluang cuan.
Padahal market tidak selalu naik terus.
Contoh Sederhana FOMO
Misalnya ada saham yang awalnya berada di harga Rp500 lalu naik cepat menjadi Rp1.500 karena viral.
Banyak orang yang terlambat masuk akhirnya tetap membeli di harga tinggi karena takut harga akan naik lebih jauh.
Namun beberapa hari kemudian harga justru turun tajam ke Rp900.
Orang yang membeli karena FOMO akhirnya mengalami kerugian besar.
Fenomena seperti ini sangat sering terjadi di saham gorengan maupun pasar kripto.
Cara Menghindari FOMO
Salah satu cara paling penting untuk menghindari FOMO adalah punya rencana investasi sendiri.
Jangan membeli aset hanya karena ramai dibicarakan orang lain.
Investor juga perlu memahami bahwa tidak semua peluang harus diikuti.
Kadang keputusan terbaik justru adalah tidak masuk market saat harga sudah terlalu panas.
Selain itu, penting juga memahami profil risiko dan tujuan investasi sejak awal.
Kalau tujuan investasi untuk jangka panjang, investor biasanya akan lebih tenang menghadapi pergerakan market.
Media Sosial Sering Perparah FOMO
Di era sekarang, media sosial membuat FOMO semakin mudah muncul.
Postingan profit besar, screenshot cuan, hingga influencer investasi sering memicu orang ikut masuk market tanpa berpikir panjang.
Padahal yang terlihat di internet biasanya hanya cerita untungnya saja, sementara risiko dan kerugiannya jarang diperlihatkan.
Karena itu investor pemula perlu lebih berhati-hati agar tidak mudah terbawa suasana market.
Market Selalu Punya Peluang Baru
Banyak investor berpengalaman percaya bahwa peluang investasi tidak hanya datang sekali.
Kalau terlambat masuk satu aset, biasanya masih ada peluang lain di masa depan.
Karena itu keputusan investasi sebaiknya dibuat dengan kepala dingin, bukan karena panik takut ketinggalan tren.
Kalau bisa mengendalikan FOMO, investor biasanya akan jauh lebih tenang dan tidak mudah membuat keputusan finansial yang berisiko besar. (Sol)




