FinanSaya.com – Beberapa tahun lalu, uang Rp100 ribu terasa cukup besar untuk dipakai seharian.
Bahkan banyak orang masih bisa makan, isi bensin, nongkrong, sampai pulang membawa sisa uang.
Tapi sekarang situasinya mulai terasa berbeda.
Harga makanan naik, ongkos transportasi bertambah, kopi makin mahal, dan kebutuhan harian terasa semakin cepat menguras dompet.
Akibatnya, banyak orang mulai merasa uang Rp100 ribu sekarang tidak lagi “sekuat” dulu.
Di kota besar, Rp100 ribu kadang habis hanya untuk kebutuhan sederhana.
Misalnya, sarapan Rp15 ribu, makan siang Rp25 ribu, kopi Rp25 ribu, parkir dan bensin Rp30 ribu.
Tanpa sadar uang Rp100 ribu langsung habis dalam sehari.
Belum termasuk kalau ada kebutuhan mendadak seperti ongkir, jajan online, atau transportasi tambahan.
Karena itu banyak orang sekarang mulai lebih berhitung saat mengeluarkan uang kecil.
Meski terasa kecil, Rp100 ribu sebenarnya masih cukup berguna kalau dipakai dengan lebih terencana.
Untuk sebagian orang, uang tersebut masih bisa dipakai membeli kebutuhan dapur sederhana, isi bensin motor beberapa hari, atau bahkan jadi modal usaha kecil-kecilan.
Ada juga yang memilih memakai Rp100 ribu untuk membeli saham, emas digital, atau kripto dalam nominal kecil sebagai langkah mulai belajar investasi.
Artinya, nilai uang bukan cuma soal besar kecil nominal, tapi bagaimana cara menggunakannya.
Salah satu penyebab utama adalah kenaikan biaya hidup.
Harga makanan, transportasi, listrik, sampai kebutuhan digital sekarang terus meningkat dibanding beberapa tahun lalu.
Selain itu, gaya hidup juga ikut berubah.
Banyak pengeluaran kecil yang dulu jarang ada kini menjadi kebutuhan harian, mulai dari aplikasi langganan, kopi kekinian, sampai belanja online.
Akibatnya uang Rp100 ribu sekarang terasa jauh lebih cepat habis dibanding dulu.
Di tengah kondisi ini, banyak anak muda mulai mencari cara mengatur uang lebih ketat.
Sebagian mulai memasak sendiri, mengurangi nongkrong, berburu promo, hingga mencoba mencari penghasilan tambahan lewat freelance atau bisnis online.
Karena kalau pengeluaran terus naik tanpa penghasilan tambahan, kondisi finansial bisa semakin berat.
Fenomena ini sebenarnya menunjukkan bagaimana inflasi bekerja dalam kehidupan sehari-hari.
Secara nominal uang Rp100 ribu tetap sama, tetapi daya belinya perlahan menurun karena harga barang dan jasa terus naik.
Itulah kenapa banyak orang sekarang merasa uang yang dulu terlihat besar, kini terasa biasa saja. (Sol)




