Teknologi 5G Diprediksi Bikin Ekonomi Indonesia Melejit Hingga 2030

|

3 Views

FinanSaya.com – Teknologi 5G kembali menjadi sorotan setelah Ericsson menyebut Indonesia punya peluang ekonomi sangat besar dari percepatan adopsi jaringan generasi kelima tersebut.

Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Nora Wahby, mengatakan teknologi 5G diproyeksikan mampu memberikan tambahan kontribusi sekitar USD 41 miliar atau setara Rp664 triliun terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia hingga tahun 2030.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara IndoTelko Forum di Jakarta pada Rabu, 29 April 2026.

5G Disebut Jadi Fondasi Ekonomi Digital

Melansir dari Detik iNET, Nora menegaskan bahwa 5G bukan hanya soal internet yang lebih cepat.

Menurutnya, teknologi ini akan menjadi infrastruktur penting bagi perkembangan kecerdasan buatan atau AI, otomatisasi industri, hingga transformasi digital skala besar.

Ia mengatakan negara yang ingin menjadi kekuatan ekonomi digital harus mulai serius menjadikan 5G sebagai prioritas utama.

Bisa Dipakai untuk Smart City dan Industri Pintar

Data GSMA menunjukkan jaringan 5G memiliki potensi besar di banyak sektor penting.

Mulai dari manufaktur pintar, kesehatan digital, logistik, energi, hingga konsep smart city atau kota pintar disebut akan sangat bergantung pada teknologi ini.

Karena itu, pengembangan 5G tidak hanya menyangkut operator telekomunikasi, tetapi juga masa depan transformasi industri Indonesia.

Pengguna 5G Indonesia Masih Rendah

Meski sudah diperkenalkan sekitar lima tahun, penetrasi pengguna 5G di Indonesia saat ini masih berada di bawah 10 persen dari total pelanggan seluler nasional.

Kondisi ini membuat Indonesia dinilai masih perlu bergerak lebih cepat agar tidak tertinggal dari negara lain dalam pengembangan ekonomi digital.

Ericsson bahkan memproyeksikan kontribusi pengguna 5G di Indonesia bisa melampaui 30 persen dari total pelanggan pada tahun 2030.

AI dan Gadget Masa Depan Butuh 5G

Teknologi 5G juga disebut sangat penting untuk perkembangan perangkat cerdas masa depan.

Mulai dari smartphone berbasis AI hingga kacamata augmented reality atau AR membutuhkan koneksi dengan latensi rendah dan kemampuan edge computing yang lebih stabil.

Karena itu, perkembangan AI dan internet masa depan diperkirakan akan sangat bergantung pada kualitas jaringan 5G.

Tiga Tantangan Besar

Meski potensinya besar, Ericsson menilai keberhasilan implementasi 5G di Indonesia tetap bergantung pada beberapa faktor penting.

Mulai dari kejelasan regulasi spektrum frekuensi, kepastian investasi operator, hingga kolaborasi antara pemerintah dan industri menjadi penentu utama percepatan teknologi ini.

Ericsson juga menyebut kombinasi 5G, cloud, dan AI akan menjadi tiga pilar utama transformasi digital Indonesia menuju visi 2045. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya