Saham Bukan Judi, Ini Cara Kerjanya yang Jarang Dijelaskan

|

4 Views

FinanSaya.com – Istilah saham sekarang makin sering terdengar di media sosial, YouTube, sampai tongkrongan anak muda.

Banyak orang mulai tertarik investasi saham karena melihat peluang cuan yang besar.

Tapi kenyataannya, masih banyak yang bingung sebenarnya saham itu apa.

Padahal konsep saham sebenarnya cukup sederhana.

Saham Itu Seperti Punya Potongan Bisnis

Bayangkan ada warung bakso yang sangat ramai dan menghasilkan banyak uang setiap hari.

Pemilik warung ingin mengembangkan usahanya tapi butuh tambahan modal.

Akhirnya, usaha itu dibagi menjadi banyak bagian kecil lalu dijual ke orang lain.

Nah, bagian kecil itulah yang disebut saham.

Jadi kalau membeli saham, artinya kita membeli sebagian kecil kepemilikan sebuah perusahaan.

Semakin banyak saham yang dimiliki, semakin besar juga bagian kepemilikan kita di perusahaan tersebut.

Contoh Simpel Saham

Misalnya ada perusahaan bernama PT Maju Terus yang nilainya Rp1 miliar.

Perusahaan itu membagi usahanya menjadi 1 juta lembar saham.

Artinya, 1 lembar saham nilainya Rp1.000. Kalau beli 100 lembar berarti punya sebagian kecil perusahaan itu

Kalau bisnis perusahaan makin bagus, biasanya harga saham ikut naik.

Dari situ investor bisa mendapat keuntungan.

Cara Orang Untung dari Saham

Keuntungan saham biasanya datang dari dua hal.

Pertama, dari kenaikan harga saham.

Contohnya, anda membeli saham Rp1.000. Beberapa bulan kemudian naik jadi Rp1.500. Selisih Rp500 itulah keuntungan

Kedua, dari dividen atau pembagian keuntungan perusahaan.

Jadi kalau perusahaan untung besar, sebagian laba bisa dibagikan ke pemilik saham.

Tapi Saham Juga Bisa Turun

Banyak orang hanya melihat untungnya saja. Padahal harga saham juga bisa turun.

Misalnya beli saham Rp1.000 lalu turun jadi Rp700, berarti nilai uang kita ikut berkurang.

Karena itu saham termasuk investasi yang punya risiko naik turun cukup cepat.

Kenapa Harga Saham Bisa Bergerak?

Harga saham biasanya dipengaruhi banyak hal.

Mulai dari kondisi perusahaan, ekonomi dunia, suku bunga, berita viral, sampai kondisi politik bisa memengaruhi harga saham.

Kalau perusahaan bagus dan banyak orang mau beli, harga saham biasanya naik.

Sebaliknya kalau kondisi bisnis memburuk atau investor panik, harga saham bisa turun tajam.

Sekarang Beli Saham Sudah Mudah

Dulu saham sering dianggap cuma untuk orang kaya.

Padahal sekarang banyak aplikasi investasi yang memungkinkan orang membeli saham mulai dari puluhan ribu rupiah saja.

Karena itu, semakin banyak anak muda mulai belajar investasi saham sejak dini.

Meski begitu, investor pemula tetap disarankan belajar pelan-pelan dan tidak asal ikut tren. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya