FinanSaya.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali membuat pelaku pasar tegang. Dalam beberapa hari terakhir, pasar saham Indonesia terlihat bergerak naik turun dengan sangat cepat di tengah tekanan global yang makin besar.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga ikut menjadi perhatian investor. Banyak pelaku pasar mulai berhati-hati karena kondisi ekonomi global saat ini dianggap belum stabil.
Melansir laporan CNBC Indonesia, pasar saham Indonesia sekarang sangat sensitif terhadap berbagai sentimen eksternal. Ketegangan geopolitik, arah suku bunga bank sentral dunia, hingga kenaikan harga minyak internasional menjadi faktor utama yang memengaruhi psikologi investor.
Keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen juga langsung mendapat respons pasar. Kebijakan tersebut dinilai menunjukkan fokus BI dalam menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan ekonomi global yang belum mereda.
Masih berdasarkan laporan CNBC Indonesia, investor asing kini mulai lebih berhati-hati menempatkan dana di pasar negara berkembang seperti Indonesia. Saat rupiah melemah dan risiko global meningkat, pasar saham domestik biasanya ikut lebih mudah bergerak fluktuatif.
Sementara itu, melansir laporan Bloomberg Technoz, investor saat ini juga mulai memantau kondisi fiskal Indonesia. Pasar disebut mulai khawatir terhadap potensi tekanan APBN akibat kenaikan belanja pemerintah dan risiko ekonomi global yang makin tinggi.
Beberapa sektor saham menjadi perhatian utama investor, terutama saham perbankan, energi, komoditas, dan consumer goods. Saham energi dan komoditas dinilai masih punya peluang bertahan karena terdorong kenaikan harga minyak dunia. Namun sektor konsumsi mulai menghadapi tekanan akibat kekhawatiran terhadap daya beli masyarakat.
Tekanan global juga mulai berdampak pada proyeksi ekonomi Indonesia. Berdasarkan laporan International Monetary Fund atau IMF, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 diperkirakan hanya berada di kisaran 5 persen akibat tekanan ekonomi global yang masih tinggi.




