7 Kasus Rug Pull Kripto ‘Epic’ di Dunia

|

8 Views
7 Kasus Rug Pull Kripto 'Epic' di Dunia

FinanSaya.com – Kasus rug pull kripto menjadi salah satu peringatan paling keras bagi investor aset digital. Di balik janji keuntungan cepat, token viral, komunitas besar, dan narasi teknologi masa depan, sejumlah proyek kripto justru berubah menjadi skandal penipuan bernilai jutaan hingga miliaran dolar.

Namun, istilah rug pull perlu dipahami dengan hati-hati.

Dalam arti sempit, rug pull biasanya terjadi ketika pengembang proyek menarik likuiditas atau dana investor lalu meninggalkan proyek. Dalam arti luas, pasar kripto sering memakai istilah ini untuk menyebut berbagai bentuk penipuan aset digital, termasuk skema Ponzi, exit scam, bursa kripto kolaps, hingga token yang sengaja dibuat agar investor sulit menjual asetnya.

Karena itu, daftar kasus rug pull kripto berikut tidak hanya berisi rug pull DeFi murni, tetapi juga skandal kripto besar yang memiliki pola serupa, yakni dana investor terkumpul, janji keuntungan dibangun, transparansi minim, lalu investor menjadi pihak yang menanggung kerugian.

Apa Itu Rug Pull Kripto?

Rug pull berasal dari istilah “pulling the rug”, yaitu menarik karpet dari bawah kaki seseorang. Dalam konteks kripto, ini menggambarkan situasi ketika pihak di balik proyek tiba-tiba menarik dana, meninggalkan proyek, atau membuat investor tidak bisa keluar dengan aman.

Pada proyek DeFi, rug pull sering terjadi saat pengembang menarik likuiditas dari pool sehingga token investor kehilangan nilai. Pada token tertentu, rug pull juga bisa muncul dalam bentuk kode smart contract yang membuat investor sulit atau bahkan tidak bisa menjual token.

Namun, secara populer, istilah ini juga dipakai untuk skandal yang lebih luas. Misalnya, platform investasi palsu, bursa kripto yang menghentikan penarikan dana, atau proyek yang memakai narasi teknologi tetapi sebenarnya tidak punya dasar bisnis yang jelas.

Kenapa Kasus Rug Pull Kripto Sering Terjadi?

Ada beberapa alasan mengapa kasus rug pull kripto sering muncul.

Pertama, membuat token baru relatif mudah. Siapa pun bisa meluncurkan token, membangun situs, membuat whitepaper, dan mempromosikannya di media sosial.

Kedua, banyak investor masih mudah tergoda oleh janji keuntungan cepat.

Ketiga, pengembang anonim sering dianggap normal di dunia kripto, padahal ini juga bisa menjadi risiko.

Selain itu, FOMO atau fear of missing out membuat orang sering membeli aset tanpa riset cukup. Saat harga naik cepat, banyak investor takut ketinggalan. Mereka baru sadar ada masalah ketika token tidak bisa dijual, platform berhenti beroperasi, atau pengembang menghilang.

7 Kasus Rug Pull Kripto Paling Mencolok

Berikut tujuh kasus rug pull kripto dan skandal kripto besar yang sering dijadikan pelajaran oleh investor aset digital.

1. OneCoin, Skema Kripto Palsu Bernilai Lebih dari US$4 Miliar

OneCoin menjadi salah satu kasus rug pull kripto terbesar dalam sejarah. Proyek ini mulai beroperasi pada 2014 dan berbasis di Sofia, Bulgaria. OneCoin dipasarkan melalui jaringan multi-level marketing atau MLM dengan klaim sebagai mata uang kripto baru.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat atau DOJ menyebut OneCoin sebagai fraudulent cryptocurrency yang dijual melalui jaringan MLM global. Karl Sebastian Greenwood, salah satu pendiri OneCoin bersama Ruja Ignatova, dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada 2023.

DOJ menyebut jutaan korban di seluruh dunia menginvestasikan lebih dari US$4 miliar ke OneCoin akibat berbagai pernyataan menyesatkan.

Ruja Ignatova, yang dikenal sebagai “Cryptoqueen”, masih menjadi buronan. FBI menyebut Ignatova diduga terlibat dalam skema penipuan besar sejak sekitar 2014, dengan korban dari berbagai negara dan kerugian lebih dari US$4 miliar.

2. Africrypt, Dua Bersaudara dan Dana Investor yang Hilang

Africrypt mencuat dari Afrika Selatan pada 2021. Kasus ini melibatkan dua bersaudara muda, Ameer dan Raees Cajee, yang mengoperasikan platform investasi kripto.

Firma hukum Werksmans menyebut Africrypt sebagai perusahaan yang berdiri pada 2019. Pada April 2021, platform tersebut dilaporkan mengalami peretasan, dan aset kripto bernilai sekitar ZAR54 miliar disebut hilang dari dompet investor yang dikendalikan oleh direktur Africrypt.

Werksmans juga mencatat bahwa sebagian investor disebut dijanjikan imbal hasil hingga 10% per hari.

Africrypt sering masuk daftar kasus rug pull kripto karena pola ceritanya mirip exit scam: platform berhenti, dana investor hilang, dan pihak utama di balik proyek sulit dijangkau.

Baca Juga: Deretan Pembobolan Exchange Kripto Terbesar Dunia

3. BitConnect, Janji Trading Bot yang Berubah Jadi Ponzi

BitConnect adalah salah satu skandal kripto paling terkenal. Platform ini menawarkan program lending dengan klaim adanya trading bot dan perangkat lunak volatilitas yang mampu menghasilkan keuntungan tinggi.

Departemen Kehakiman AS menyebut pendiri BitConnect, Satish Kumbhani, didakwa dalam skema Ponzi global senilai US$2,4 miliar. DOJ juga menyebut BitConnect mencapai kapitalisasi pasar puncak sekitar US$3,4 miliar.

SEC juga menggugat BitConnect, pendirinya, dan promotor utamanya. SEC menyebut para pihak tersebut diduga menipu investor ritel sekitar US$2 miliar melalui penawaran investasi aset digital yang tidak terdaftar.

Ini merupakan salah satu kasus rug pull kripto di mana teknologi canggih seperti “bot trading” sering dipakai sebagai kemasan untuk menutupi model bisnis yang tidak sehat.

4. Thodex, Bursa Kripto Turki yang Kolaps

Thodex adalah bursa kripto asal Turki yang kolaps pada 2021. Chainalysis memasukkan Thodex sebagai rug pull terbesar pada 2021. Menurut Chainalysis, sekitar 90% nilai yang hilang akibat rug pull pada 2021 berasal dari Thodex, sebuah bursa terpusat yang CEO-nya menghilang setelah platform menghentikan penarikan dana pengguna.

Kasus rug pull kripto Thodex berbeda dari banyak rug pull DeFi karena melibatkan bursa terpusat, bukan proyek token kecil. Di sini, masalah utama bukan sekadar likuiditas token, tetapi akses pengguna terhadap dana mereka di platform.

5. SQUID Token, Token Viral yang Tidak Bisa Dijual

SQUID Token menjadi salah satu kasus rug pull token paling viral karena memanfaatkan popularitas serial Squid Game. Token ini tidak memiliki afiliasi resmi dengan serial tersebut, tetapi namanya cukup untuk menarik perhatian investor.

Salah satu red flag utama SQUID adalah investor tidak bisa menjual token dengan bebas. CertiK menjelaskan bahwa dalam kasus Squid Games rug pull, pembeli menemukan bahwa mereka tidak dapat menjual token setelah membeli.

Mekanisme itu disebut “anti-dump mechanism” dalam whitepaper, tetapi pada praktiknya membuat pembeli menanggung kerugian ketika pendiri melakukan rug pull.

SQUID tidak sebesar OneCoin atau BitConnect secara nominal. Namun, kasus ini sangat ikonik karena menunjukkan bagaimana hype budaya pop bisa dipakai untuk mendorong FOMO.

Dalam banyak kasus rug pull kripto, masalahnya bukan hanya proyeknya tidak jelas, tetapi investor masuk terlalu cepat karena takut kehilangan momentum.

6. AnubisDAO, Puluhan Juta Dolar Hilang dalam Semalam

AnubisDAO menjadi contoh klasik kasus rug pull kripto, lebih tepatnya DeFi. Proyek ini muncul pada 2021 dengan tema anjing dan klaim sebagai proyek yang terinspirasi dari model DeFi populer saat itu.

Chainalysis menyebut AnubisDAO sebagai rug pull terbesar kedua pada 2021 setelah Thodex, dengan lebih dari US$58 juta aset kripto dicuri. Chainalysis juga menjelaskan bahwa proyek ini berhasil menarik dana besar dalam waktu singkat, meski informasi dasarnya sangat minim.

Kasus AnubisDAO menjadi pelajaran penting bahwa komunitas dan hype saja tidak cukup. Investor memasukkan dana besar ke proyek yang secara fundamental minim transparansi. Ketika dana ditarik, token yang diterima investor menjadi nyaris tidak bernilai.

Dari kasus ini, red flag paling jelas adalah tidak adanya fondasi yang kuat: tim tidak jelas, dokumen proyek lemah, dan kepercayaan investor lebih banyak dibangun dari euforia.

7. SushiSwap, Dugaan Rug Pull yang Berakhir Pengembalian Dana

SushiSwap berbeda dari kasus lain dalam daftar ini. Proyek ini tidak berakhir sebagai kasus rug pull kripto permanen, tetapi pernah mengalami momen krisis besar ketika pendirinya yang dikenal sebagai Chef Nomi menjual token dari dana pengembang.

Bitstamp mencatat bahwa pada September 2020, Chef Nomi mencairkan sekitar US$12 juta hingga US$14 juta dalam token SUSHI. Langkah itu memicu kekhawatiran komunitas bahwa SushiSwap adalah scam. Namun, Chef Nomi kemudian mengembalikan dana ke treasury dan menyerahkan kontrol platform kepada Sam Bankman-Fried.

Meski sempat dituduh sebagai exit scam, proyek ini tidak runtuh seperti SQUID atau AnubisDAO karena dana dikembalikan dan tata kelola proyek dialihkan. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya